Istilah Bahasa: Test Kit hingga Lockdown di Tengah Pandemi Corona Covid 19

Di sisi lain, menjulangnya virus ini membuat muncul istilah-istilah baru yang pada akhirnya menjadi popular, seperti test kit, rapid test, swab test, lockdown, social distancing, dan genome sequencing.

Diterbitkan 23 Maret 2020, 13:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Virus Corona Covid 19 memang telah menjadi hantu bagi banyak orang di dunia pada saat ini. WHO telah menetapkannya sebagai pandemi. Di sisi lain, virus ini tak kenal batasan. Siapa pun orangnya, mulai dari orang tua hingga anak kecil, pejabat hingga orang kebanyakan pun bisa tertular.

Di sisi lain, menjulangnya virus ini membuat muncul istilah-istilah baru yang pada akhirnya menjadi popular. Istilah-istilah seperti test kit, rapid test, swab test, lockdown, social distancing, dan genome sequencing menjadi sangat akrab di telinga masing-masing karena dipakai oleh para pemangku kepentingan.

Meski istilah ini berasal dari bahasa asing, ternyata beberapa istilah tersebut juga sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia.

Swab test dan genomen sequencing sudah masuk dalam laman glosarium Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Swab test dipadankan dengan ‘tes usap’ dan genome sequencing dipadankan dengan ‘pengurutan  genom’.

Azhari Dasman Darnis, peneliti muda di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menjelaskan kedua istilah itu sudah masuk dalam Glosarium yang berarti sudah diusulkan dalam Sidang Komisi Istilah.

“Sidang Istilah itu biasanya diadakan dua tahun sekali, tapi sekarang setahun dua kali. Dilaksanakan lima hari penuh dan membahas istilah-istilah yang dipakai di bidang studi,” katanya.

Azhari menjelaskan, biasanya sidang istilah itu dilaksanakan dengan mengundang berbagai pakar dari universitas, dari organisasi profesi, maupun kementerian atau lembaga yang terkait. Sidang biasanya dilakukan dan membahas bidang studi yang sedang tren, lalu diharapkan hasilnya adalah sekitar 800-1000 istilah baru.

“Dari situ biasanya muncul masukan terkait istilah yang sudah mereka pakai di kampus masing-masing atau di organisasinya masing-masing. Lalu dari Badan Bahasa tinggal memberi masukan apakah sesuai kaidah atau fonotaktiknya benar,” ucap Azhari.

Meski demikian, Azhari menyebut di masa lalu tidak ada sistem pencatatan yang baik, sehingga saat ini tidak bisa diketahui siapakah pengusul padanan istilah swab test yang sudah lazim dipakai di bidang kedokteran.

Namun, berdasarkan penelusuran, istilah swab sendiri sudah lama dipakai dalam bidang biologi dan diartikan dengan 'menyeka'.

 

 

Istilah Lainnya

Selain pengecekan melalui Glosarium, cara lain adalah menelusuri apakah istilah setempat sudah dipakai dalam undang-undang. Misalnya lockdown yang dipadankan dengan ‘karantina wilayah’ dan social distancing yang dipadankan dengan ‘pembatasan sosial’ rupanya sudah pernah dipakai dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Cara lainnya, sesuai paduan dari Komisi Istilah Bahasa Indonesia, boleh dipakai penerjemahan maupun membentuk istilah dengan kata-kata yang bermakna dekat. Hal itu dipakai dalam test kit yang dipadankan dengan ‘perangkat uji’, sesuai dengan makna katanya. Sementara rapid test dipadankan dengan ‘uji cepat’ sesuai dengan pemaknaan sifatnya.

Istilah-istilah baru memang akan muncul dan berkembang sesuai kebutuhan zaman. Ada pepatah, selama manusia masih hidup, maka bahasa akan selalu dinamis dan berkembang. Oleh sebab itu, siapa pun kini juga bisa menyumbang maupun mencari padanan istilah baru untuk memperkaya bahasa Indonesia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6