Sukses

Aksi Para Menteri Bantu Korban Banjir Jabodetabek

Liputan6.com, Jakarta Hujan yang terus mengguyur wilayah Jakarta, Banten dan Bogor membuat beberapa titik wilayah tenggelam banjir. Hal ini membuat, para warga terkena bencana harus di evakuasi ke tempat pengungsian.

Bedasarkan info dari Badan Nasional  Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga pukul 14.30, jumlah korban yang mengungsi sebanyak 187.284 orang di seluruh wilayah Jakarta, Banten, dan Bogor.

Beberapa Kementrian  kabinet Presiden Joko Widodo atau Jokowi ikut turun tangan membantu para korban yang terkena bencana. Salah satunya adalah Mentri Sosial, Juliari Peter Batubara yang  serahkan bantuan logistik untuk ribuan pengungsi banjir di Ciledug Indah 1 dan 2, Kota Tangerang, Jumat (3/1/2020). 

Dia pun menyerahkan langsung beberapa paket makanan, perlengkapan bayi, serta selimut untuk orang dewasa.

"Ini ada paket makanan untuk bayi, botol susu dan lainnya. Untuk orang dewasa ada makanan kering. Sisanya ada satu truk lagi nanti dibagikan semua secara rata untuk pengungsi," tutur Juliari.

Berikut kementerian Jokowi yang ikut membantu korban banjir di Wilayah Jakarta, Banten dan Jawa Barat. yang dihimpun Liputan6.com 

 

2 dari 5 halaman

Mensos Beri Bantuan Logistik

Menteri Sosial Juliari Batubara serahkan bantuan logistik untuk ribuan pengungsi banjir di Ciledug Indah 1 dan 2, Kota Tangerang, Jumat (3/1/2020).

Usai meninjau Perumahan Ciledug Indah 2, Juliari mengunjungi salah satu posko pengungsian untuk melihat langsung ketersediaan logistik. 

Dia pun menyerahkan langsung beberapa paket makanan, perlengkapan bayi, serta selimut untuk orang dewasa.

"Ini ada paket makanan untuk bayi, botol susu dan lainnya. Untuk orang dewasa ada makanan kering. Sisanya ada satu truk lagi nanti dibagikan semua secara rata untuk pengungsi," tutur Juliari.

Didampingi Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah, Mensos Juliari selanjutnya memantau kondisi para korban yang mulai kembali ke rumahnya masing-masing untuk membersihkan puing-puing ataupun perabotan rumah yang terendam banjir. 

"Dari tadi saya lewat belakang. Memang bekas air cukup tinggi hampir 2 meter. Lalu memang perumahan ini cukup padat. Tadi pagi lihat dari beberapa info dan berikan bantuan logistik makanan siap saji, selimut, pakaian anak, family kit akan kami drop di titik ini semoga bisa meringankan," ujar Juliari.

Dia juga memastikan, pasokan logistik untuk para korban banjir, baik yang masih mengungsi di Posko pengungsian maupun yang sudah kembali ke rumah masing-masing tercukupi.

"Kita pastikan bahwa sudah cek kesiapan logistik untuk korban agar stok logistik cukup untuk disalurkan sampai beberapa hari kedepan dan kami harap engga turun hujan dengan intensitas tinggi lagi," jelasnya.

Dihari sebelumnya, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara meninjau lokasi banjir Kampung Pulo, Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Kamis siang,  2 Januari 2020. Juliari sempat naik perahu karet untuk melihat kondisi permukiman warga yang terendam.

3 dari 5 halaman

Mendagri Temui Korban Banjir

Tidak hanya Juliari, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menemui langsung korban banjir di Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Saat menyambangi korban banjir, Tito meminta kepada semua pihak untuk saling membantu satu sama lain. Termasuk juga kepada pihak swasta.

"Saya lihat bahwa ada koordinasi, masyarakat termasuk perusahaan-perusahaan yang punya CSR karena ini lah saatnya memberikan bantuan kita saling gotong royong," ujar Tito di lokasi, Jumat  (3/1/2020).

 

4 dari 5 halaman

Menkes Ajak Anak-anak Cuci Tangan Pakai Sabun

Selanjutnya,  Menteri Kesehatan RI Terawan Agus Putranto mengunjungi korban terdampak banjir Jakarta di Posko Kesehatan GOR Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat hari ini, Kamis 2 Januari 2020.

 Selama kunjungan tersebut, Terawan ditemani Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Kepala Puskesmas Kecamatan Cengkareng, dan Mabes Polri.

Dari unggahan Twitter Kementerian Kesehatan, Terawan turut mengajak anak-anak korban banjir Jakarta untuk berdoa dan cuci tangan dengan sabun.

"Cuci tangan dengan sabun sebelum makan, istirahat yang cukup, dan berdoa agar banjirnya cepat surut. Biar bisa kembali ke rumah dan sekolah nanti ya," tutur Terawan.

Terawan pun sempat berbincang dengan beberapa korban terdampak banjir lain. Tampak para ibu dan anak-anak antusias ingin berdekatan dan menyapa dirinya.

"Jangan sampai ada (korban terdampak banjir Jakarta) yang sakit. Kita harus berusaha mencegah ada yang sakit. Dijaga higienis atau kebersihan serta sanitasi, terutama untuk anak-anak dan lanjut usia (lansia)," lanjutnya.

5 dari 5 halaman

Di Bawah Komando Erick Thohir, BUMN Keroyokan Bantu Korban Banjir

Kementerian BUMN bersama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan kerjasama membentuk tim lintas untuk membantu korban banjir di beberapa titik wilayah Jabodetabek.

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, dirinya beserta jajaran Kementerian BUMN berkoordinasi dengan BNPB sesuai dengan arahan Presiden agar bisa turut serta dalam penyelamatan warga masyarakat yang terdampak banjir.

"Selain itu, beberapa BUMN juga menyerahkan bantuan mulai dari logistik hingga alat kesehatan," tuturnya dalam keterangan resmi, Kamis (2/1/2020).

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, tim penanganan banjir tersebut terdiri dari 4 hingga 7 perusahaan BUMN.

Dukungan yang diberikan termasuk Call Centre BNPB (50 petugas) dan Jaringan telekomunikasi selain juga kendaraan, perahu karet, damkar, obat-obatan, pelayanan kesehatan dan kebutuhan lainnya.

"Mulai hari ini kami sudah menempatkan titik-titik posko yang sudah ditetapkan BNPB," imbuh Arya.

 

(Rizki Putra Aslendra)