Sukses

Dilantik Jadi Wantimpres, Habib Luthfi: Bukan Suatu Kebanggaan, tapi Amanat

Liputan6.com, Jakarta - Muhammad Luthfi bin Yahya atau Habib Luthfi telah dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Joko Widodo. Habib Luthfi mengatakan jabatan barunya itu bukan tugas yang mudah.

“Bukan suatu kebanggaan, tapi ini amanat tanggung jawab, bukan (tugas) sepele,” kata Habib Luthfi di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12/2019).

Ulama asal Pekalongan ini melanjutkan pelantikan sebagai Wantimpres tak perlu disyukuri. Sebab, ini baru titik awal dalam menjalankan tugas.

"Kita mensyukuri kalau berhasil, bukan mensyukuri kalau dilantik. Tapi mensyukuri, negara bangsa ini mesti percaya. Nah mampu nggak kita menjaga kepercayaan itu,” ucap dia.

Habib Luthfi mengaku tak punya alasan sehingga menyatakan bersedia menjabat sebagai anggota Wantimpres. Dia hanya menegaskan ingin memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. 

"Saya nggk punya alasan. Cuma kita ingat 1945 kita ada di mana, 1947 ada di mana. Nah kita ingin ambil kontribusi untuk negara dan bangsa ini,” tutupnya.

 

2 dari 3 halaman

9 Anggota Wantimpres

Habib Luthfi dan delapan anggota Wantimpres dilantik di Istana Negara sekitar pukul 14.54 WIB. Mereka dilantik berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 137/P/2019 tentang pengangkatan Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden.

Berikut nama Wantimpres periode 2019-2024:

1. Wiranto (politikus Hanura, Ketua Wantimpres)

2. Sidarto Danusubroto (politikus senior PDI Perjuangan, Anggota)

3. Agung Laksono (politikus senior Partai Golkar)

4. Dato Sri Tahir (pengusaha, pemilik Mayapada Group)

5. Putri Kuswisnu Wardani (pengusaha, pendiri Mustika Ratu).

6. Mardiono (politikus PPP)

7. Arifin Panigoro (pengusaha, pendiri Medco Energi)

8. Soekarwo (mantan Gubernur Jawa Timur)

9. Habib Luthfi bin Yahya (tokoh agama).

 

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
100 Hari Jokowi-Ma'ruf: Gebrakan Menggemparkan Menteri Kabinet Indonesia Maju
Artikel Selanjutnya
Jokowi Belum Puas dengan Angka Inklusi Keuangan Indonesia