Sukses

Top 3 News: Rumah Roy Suryo Penuh Parabola Viral

Liputan6.com, Jakarta - Top 3 news hari ini, rumah Roy Suryo di Yogyakarta, viral media sosial. Warganet penasaran, kenapa banyak sekali antena parabola yang terpasang di rumah mantan Menteri Pemuda dan Olahraga ini.

Menanggapi hal tersebut, Roy mengaku heran kenapa baru ramai dibicarakan sekarang. Menurutnya, parabola tersebut telah lama terpasang di rumahnya. Terakhir pada tahun 2000 dan totalnya kini telah mencapai sembilan antena.

Lantas, apa alasan Roy Suryo memasang banya antena parabola? Tujuannya untuk mengakes banyak data. Termasuk memperoleh informasi dari saluran televisi dan radio mancanegara.

Sementara itu, Menteri BUMN Erick Thohir kembali dibuat geleng-geleng kepala dengan perusahaan berpelat merah.

Selain kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson yang diduga dilakukan mantan Dirut Garuda I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, dia pun heran saat mengetahui perusahaan BUMN memiliki bisnis perhotelan.

PT Aero Wisata, selaku anak perusahaan PT Garuda Indonesia juga menjalankan bisnis perhotelan. Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang transportasi udara ini memiliki sejumlah hotel berbintang 4 sampai 5 di Jawa, Bali, dan Lombok.

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Minggu, 8 Desember 2019: 

2 dari 5 halaman

1. Alasan Roy Suryo Rumahnya Penuh Antena Parabola

Foto yang memperlihatkan rumah Roy Suryo di Yogyakarta yang dipenuhi antena parabola sempat viral beberapa waktu lalu di media sosial. Warganet pun melontarkan beragam komentarnya.

Sang pemilik rumah justru merasa heran. Sebab, antena parabola yang berada di halaman rumahnya sudah lama terpasang.

"Lucu saja, sudah 25 tahun terpasang baru viral sekarang," ujar Roy Suryo kepada Liputan6.com, Minggu, 8 Desember 2019. 

Roy bercerita rumah di Jalan Magelang Km 5 Yogyakarta itu sudah didiami sejak 1994. Pertama kali menempati rumah itu, ia sudah memasang beberapa antena parabola sekaligus.

 

Selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. DPRD DKI Temukan Anggota TGUPP Jabat Dewan Pengawas di RS Milik Pemprov

Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengusulkan anggaran sebesar Rp 211,2 juta dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2020 untuk pembayaran Dewan Pengawas. Besaran tersebut dikhususkan untuk BLUD RSUD Koja, Jakarta Utara.

Selain RSUD Koja, terdapat enam rumah sakit lainnya di Jakarta yang mendapatkan Dewan Pengawas. Di antaranya yakni RSUD Cengkareng, RSUD Tarakan, RSUD Pasar Minggu, RSUD Pasar Rebo, RSUD Budi Asih, dan RSUD Duren Sawit.

Kendati begitu besaran yang dibayarkan oleh tujuh RSUD tersebut berbeda-beda.

"Tim Dewas itu ditanggung bersama-sama, 7 RS pembinaan dan pengawasannya dalam satu tim itu untuk 7 RS," kata Wakil Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Khafifah Any saat rapat di gedung DPRD DKI Jakarta, Minggu, 8 Desember 2019.

 

Selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Bikin Heran Menteri Erick Thohir, Deretan BUMN Ini Miliki Bisnis Hotel

Sejumlah perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) rupanya memiliki bisnis perhotelan di beberapa wilayah Indonesia.

Tak tanggung-tanggung, hotel-hotel tersebut berbintang 3 sampai bintang 5. Hal itu pun membuat heran Menteri BUMN Erick Thohir.

Salah satu BUMN yang memiliki bisnis hotel adalah Garuda Indonesia. PT Aero Wisata, selaku anak perusahaan PT Garuda Indonesia juga menjalankan bisnis perhotelan.

 

Selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Top 3 News: Diduga Terpapar Virus Corona, Karyawan Huawei Hanya Radang Tenggorokan
Artikel Selanjutnya
Top 3 News: Benarkah Siswi di Jaktim Bunuh Diri karena Tak Tahan Di-Bully?