Sukses

Mengenal Sosok Andi Taufan, CEO Amartha yang Jadi Staf Khusus Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengumumkan tujuh staf khusus yang akan membantunya lima tahun ke depan. Tujuh staf khusus yang berasal dari kalangan milenial ini terdiri dari, pengusaha, politisi, hingga aktivis.

Salah satu sosok yang didapuk Jokowi menjadi staf khusus adalah Andi Taufan Garuda Putra. Pria 32 tahun itu diketahui CEO Amartha, perusahaan teknologi finansial yang menghubungkan pendana di perkotaan dengan pengusaha mikro di pedesaan melalui teknologi.

Jokowi mengungkapkan alasan dirinya memilih Andi Taufan sebagai staf khusus. Menurut dia, Andi adalah sosok pengusaha yang sangat memahami bidang Fintech serta mempunyai segudang inovasi di sektor UMKM.

"Andi Taufan Garuda Putra, usia 32 tahun, lulusan Harvard Kennedy School, bergerak di dunia Entreprenueur banyak meraih penghargaan atas inovasi dan kepedulian di sektor UMKM, CEO Amartha MicroFintech, saya kenal beliau sata urusan Fintech," ujar Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019).

Andi Taufan lahir di Jakarta, 24 Januari 1987. Dia tercatat merupakan lulusan sarjana bisnis, Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia juga berhasil meraih gelar Master of Public Administration di Harvard KennedySchool.

Sebelum menjadi CEO Amartha, Taufan pernah bekerja sebagai konsultan bisnis untuk IBM Global Business selama hampir dua tahun. Lepas dari perusahaan itu, dia mendirikan Amartha.

Amartha sendiri didirkan Taufan usai dirinya melihat banyak pelaku usaha mikro di pedesaan mengalami kesulitan untuk mendapatkan akses finansial. Kala itu, dia tengah berkunjung ke desa Ciseeng Bogor Jawa Barat, pada 2009.

Sejumlah penghargaan bergengsi diraih Taufan diantaranya, Entrepreneur of the Year Finalist dari Ernest & Young, Satu Indonesia Award dari Astra Internasional, Ashoka Young Change Makers Awards, dan Global Shaper dari World Economic Forum.

Taufan jug berhasil mendapat penghargaan sebagai Indonesia’s Inspiring Youth and Women dari Indosat, Laureate Global Fellow, Ganesha Innovation Championship, dan UN Capital Development Fund kategori startup keuangan inovatif.

 

2 dari 3 halaman

Jembatan ke Anak Muda

Jokowi mengatakan ketujuh staf khusus baru ini merupakan jembatan dirinya untuk berkomunikasi ke anak-anak muda. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meyakini mereka memiliki gagasan kreatif yang nantinya bisa diterapkan dalam pemerintahan lima tahun ke depan.

Jokowi juga berharap para tujuh staf khusus milenial ini dapat memberikan terobosan dan inovasi baru untuk mengelola Indonesia.

"Goalnya ke sana. Misalnya, sebagai contoh, kita memiliki puskesmas yang tersebar di seluruh tanah air, bagaimana pendekatan aplikasi sistem yang paling gampang agar bisa terhubung dengan mereka," jelasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Hasto PDIP Puji Paguyuban Batak Simbolon Ciptakan SDM Handal
Artikel Selanjutnya
Jokowi Lantik Wantimpres di Istana Besok