Sukses

Demi SDM Berkualitas, Kemnaker Lakukan Rapat Dengan Lima Wilayah Industri

Liputan6.com, Jakarta Lembaga Produktivitas Nasional melakukan rapat koordinasi dengan 5 (lima) kawasan industri dalam rangka menyiapkan SDM Bidang produktivitas yang menjadi isu strategis dalam Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas dan daya saing (GNP2DS).

Menurut Prof. Bomer Pasaribu, rapat ini sebagai langkah awal di dalam upaya LPN mendorong dunia usaha dan industri untuk mempercepat peningkatkan produktivitas dan daya saing melalui GNP2DS di seluruh Indonesia.

"Itu kunci untuk bisa menjadinegara maju dan bisa keluar dari jebakan kelas menengah. Kita harus jadikan program LPN menjadi budaya bagi pekerja untukmeningkatkan produktiitas dan daya saing," ujar Prof. Bomer Pasaribu. 

Hal senada juga diungkapkan oleh Yosminaldi, peran pemerintah saat ini sangat diperlukan guna memperjelas langkah langkah strategis produktivitas di dunia usaha dan industry, baik melalui peningkatan SDM bidang produktivitas maupun kebijakan positif lainnya,

“kita dukung upaya ini semaksimal mungkin, dan kami siap untuk membantu pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang produktif, khususnya dilingkungan dunia usaha dan industry," ujarnya. 

Yosminaldi juga menyampaikan, saat ini jumlah industry yang ada dikawasan EJIP sebanyak 90 perusahaan, Surya Ciptasebanyak 140 perusahaan, Jababeka sebanyak 1500 perusahaan, Delta Mas sebanyak 90 perusahaan, dan Delta Silicon Lippo Cikarangsebanyak 300 perusahaan.

"Kami siap jika diminta membantu pemerintah baik sebagai role model GNP2DS maupun mendelivered pengalaman yang kami miliki kepadaindustry UKM agar mampu meningkatkan produktivitas dandaya saing nya," tuturnya

Sementara itu Direktur Bina Produktivitas Fahrurozi melalui pesan tertulisnya menyampaikan apresiasi yang setinggi–tingginya kepada pelaku dunia usaha dan industry untuk membantu pelaksanaan Gerakan Nasional Peningkatan Produktivitas Dan Daya Saing (GNP2DS).

“Kedepan kami akanmengajak seluruh komponen stakeholder khususnya dunia usahadan industry guna mepercepat peningkatan produktivitas baikmelalui strategi peningkatan sdm maupun pola perencanaanmanajemen yang terstandar, sehingga gerakan ini menjadimassif dan terukur," imbuhnya. 

Rapat koordinasi dihadiri oleh Prof. Bomer Pasaribu selaku ketua tim kerja LPN, Yosminaldi selaku Koordinator Kawasan Industri EJIP yang juga sebagai ketua Asosiasi Praktisi Human Resources Indonesia (ASPHRI), beberapa Koordinator wilayah kawasan industri yang tergabung dalam Asosiasi Praktisi Human Resources Indonesia (ASPHRI) dan perwakilan dariDirektorat Bina Produktivitas Ditjen Binalattas Kemnaker RI.

 

(*)

Loading
Artikel Selanjutnya
Pesan Menaker kepada PMI: Jangan Berangkat Sebelum Siap
Artikel Selanjutnya
Menaker Ingatkan PMI Jangan Bawa Pulang Paham Radikalisme