Pabrik Bir Oplosan di Denpasar Digerebek

Sebuah pabrik bir yang memproduksi bir oplosan di daerah Denpasar, Bali, digerebek jajaran Poltabes Denpasar. Bir oplosan ini biasanya dipasarkan ke sejumlah kios dan kafe di kawasan Jimbaran dan Klungkung.

Diterbitkan 08 September 2002, 08:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Denpasar: Jajaran Kepolisian Kota Besar Denpasar, Bali, baru-baru ini, menggerebek sebuah pabrik bir oplosan merek Bintang dan Guiness di Jalan Bedugul, Gang Yeh Ening Nomor 4, Denpasar. Dalam penggerebekan ini, polisi menyita ratusan krat air soda yang digunakan sebagai pencampur dan ratusan botol kosong. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah peralatan, di antaranya panci untuk memasak air, pipa pencampur, dua karung serat kayu widoro laut, dan alat pres tutup botol.

Kasus ini terungkap ketika polisi menerima laporan pengunjung sebuah kafe di kawasan Jimbaran, yang mengaku bir yang diminum terasa sabun. Saat dicek di kafe tersebut, secara kebetulan sang pemilik pabrik yang bernama Antono datang untuk menawarkan bir buatannya. Ibarat gayung bersambut, polisi melihat targetnya ini langsung meringkus Antono.

Di hadapan polisi Antono mengaku, untuk membuat bir oplosan, ia membagi satu bir asli ke dalam dua botol. Setengah bir asli ini dicampur air soda dengan alkohol dan pembusa. Setelah ditambah sedikit pewarna, botol tersebut ditutup dengan tutup bekas yang telah dibetulkan. Sedangkan untuk bir hitam, Antono mencampurkan setengah bir asli dengan pewarna dan endapan kayu widoro laut yang telah direbus. "Nantinya, campuran ini akan terasa pahit seperti bir hitam pada umumnya," ujar Antono.

Biasanya, Antono menjelaskan, bir-bir oplosan ini dipasarkan ke sejumlah kios dan kafe yang berada di sekitar Jimbaran serta Klungkung. "Satu krat bir Bintang dijual seharga Rp 115 ribu. Sedangkan bir hitam Rp 117 ribu per krat lebih murah dari harga aslinya, yakni Rp 117.500 per krat," kata Antono.(ORS/Iwan Gunawan)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6