Sukses

Mulai Tahun Ini PKB Gelar Haul Gus Dur Sesuai Kalender Hijriah

Liputan6.com, Jakarta - Ratusan keluarga besar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menggelar Haul KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Kamis malam 12 September 2019, di kantornya, Jakarta Pusat.

Adapun, haul sengaja dilaksanakan hari ini dengan menggunakan hitungan tahun hijriah setiap bulan Muharram. Gus Dur saat itu wafat pada tanggal 14 Muharram.

"Mulai dari haul ke 10 ini, PKB akan melaksanakan Haul Gus Dur dengan hitungan hijriah. Dan, itu akan menjadi tradisi," ujar Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar atau Gus Muhaimin, dalam keterangannya.

Menurut dia, bulan Muharram merupakan bulan penuh keajaiban, bulan penuh berkah. Dengan begitu, PKB berharap mendapatkan berkah dan keajaiban Muharram.

"Gus Dur bagi seluruh kader dan keluarga besar PKB adalah inspirasi perjuangan, motivator perjuangan, spirit perjuangan menjadikan rakyat Indonesia adil dan makmur," ungkap Gus Muhaimin.

Selain memperingati Haul Gus Dur, kata Gus Muhaimin, PKB juga mendoakan beberapa kiai yang baru-baru ini berpulang ke pangkuan Allah SWT, yakni KH Muchlas Dimyati dan KH Abdul Fatah.

"Bulan-bulan ini PKB tertimpa duka yang mendalam, kehilangan dua kiai berkharisma, KH Muchlas Dimyati dan KH Abdul Fatah," tuturnya.

 

2 dari 3 halaman

Hijriah dan Masehi Sama Baiknya

Sementara itu, Sekertaris Dewan Syuro DPP PKB KH Syaifullah Maksum tidak mempermasalahkan peringatan Haul Gus Dur menggunakan hitungan masehi.

"Hanya saja sesuai intruksi Ketua Umum DPP PKB, peringatan Haul Gus Dur bagi PKB dilaksanakan menggunakan hitungan hijriah. Dan itu bakal di tradisikan," katanya.

Bagi mereka yang ingin memperingati Haul Gus Dur dengan hitungan masehi, lanjut KH Syaifullah, dipersilakan saja.

"Kedua-duanya baik, yang tidak baik itu ya tidak melaksanakan haul. Dengan melaksanakan haul kita meminta kepada Allah agar Gus Dur mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Melihat Konsistensi Ucapan dan Tindakan Gus Dur untuk Kebhinekaan Indonesia
Artikel Selanjutnya
Istri Gus Dur: Bangsa Indonesia Mengalami Defisit Tradisi