Sukses

Sebelum Dilantik, Jokowi dan Prabowo Janjian Ketemu Lagi

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Badan Komunikasi DPP Partai Gerindra Andre Rosiade menyebut presiden terpilih Jokowi dan Prabowo Subianto akan kembali bertemu.

Andre memperkirakan pertemuan antara keduanya akan dilakukan sebelum pelantikan Jokowi dan Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden.

"Beliau berdua bertemu rutin dua-tiga kali mungkin sebelum pelantikan, sehingga bisa meredam yang terjadi di akar rumput. Harapannya begitu," ujar Andre di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu (17/7/2019).

Andre menuturkan, nantinya dalam pertemuan itu, Prabowo akan memberikan sejumlah masukan untuk Jokowi dalam menjalankan periode kedua pemerintahannya.

"Akan membahas seperti, misalnya Pak Jokowi, bertanya ke Pak Prabowo apa masukan. Kita akan sampaikan ini program Indonesia Maju, Indonesia Bangkit, kami untuk menuju Indonesia Adil dan Makmur. Kalau Pak Jokowi bisa mengadopsi, mengambil dan memasukkan program kami, kan bagus," katanya.

Andre mengaku tidak menutup kemungkinan pertemuan berikutnya akan berlangsung di kediaman Prabowo, Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

"Informasi yang saya dapatkan mungkin akan ada pertemuan lanjutan antara Jokowi Prabowo. Apakah di Hambalang atau di mana saya belum tahu. Tapi Kopi Hambalang memang legendaris itu saya rasa dan saya rekomendasikan Pak Jokowi mencoba hal itu," ucap Andre.

Menurut Andre, pertemuan perdana kemarin dirasa belum cukup untuk menurunkan tensi di masing-masing pendukung.

"Satu pertemuan seremonial tidak cukup menurunkan tensi polarisasi, harus ada pertemuan lanjutan dan jadi patokan bagi pendukung," ucap Andre.

2 dari 3 halaman

Naik MRT

Sebelumnya, presiden terpilih Jokowi bertemu dengan lawan politiknya di Pilpres 2019, Prabowo Subianto. Keduanya bertemu di Stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus, Jakarta Selatan, kemudian dilanjutkan naik MRT bersama menuju Senayan.

Pertemuan itu sekaligus menegaskan tidak ada lagi polarisasi dukung-mendukung calon presiden dan wakil presiden.

"Saya berharap, para pendukung melakukan hal sama. Tidak ada lagi 01, tidak ada lagi 02, tidak ada lagi yang namanya cebong, tidak ada lagi namanya kampret, yang ada Garuda Pancasila," kata Jokowi di Stasiun MRT FX Sudirman, Sabtu, 13 Juli 2019.

Menurut Jokowi, persatuan dan kesatuan bangsa sangat diperlukan dalam kondisi saat ini. Apalagi kompetisi antarnegara makin ketat saat ini.

"Sehingga diperlukan persatuan dan pembangunan," Jokowi menambahkan.

Senada dengan Jokowi, Prabowo menegaskan, tidak ada lagi rivalitas antar pendukung usai pertemuan keduanya.

"Sudahlah, enggak ada cebong-cebong, enggak ada kampret-kampret, semuanya merah putih," Prabowo menegaskan.

Hadir dalam pertemuan itu, Seskab Pramono Anung, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Ketua TKN Erick Tohir.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Wiranto: Presiden dan Menteri Akan Rapat Malam Ini Bahas Karhutla
Artikel Selanjutnya
Punya Kompetensi Sama, Jokowi Ingin Insinyur di ASEAN Sinergi