Sukses

Menko Polhukam Resmikan Kawasan Hunian untuk Korban Gempa Palu

Liputan6.com, Jakarta - Menko Polhukam Wiranto hari ini meletakan batu pertama untuk pembagunan tahap awal kawasan hunian tetap untuk korban bencana di Sigi, Donggala, dan Palu.

Salah satu kawasan hunian tetap yang diresmikan adalah di wilayah Pombewe, Sigi, Sulawesi Tengah. Adapun, pada tahap awal akan dibangun sejumlah 3.800 unit Hunian Tetap. Selain Pombewe, juga akan dibangun di daerah Tondo dan Duyu.

Untuk tahap awal ini, pembangunan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dan bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi.

"Penanganan bencana alam di Sulawesi Tengah telah memasuki Tahap Rehabilitasi dan Rekonstruksi yang direncanakan selama 2 tahun ke depan. Fokus utama pada tahap ini adalah pembangunan Hunian Tetap bagi para pengungsi, yang saat ini masih berada di tenda-tenda pengungsian, maupun di Hunian Sementara," ucap Wiranto saat membuka acara di Pombewe, Sigi, Sulawesi Tengah, Senin(1/7/2019).

Dia menuturkan, tentu jumlah yang sekarang belum mencukupi kebutuhan masyarakat. Tapi Pemerintah terus berusaha.

"Tentu saja jumlah tersebut belum mencukupi kebutuhan masyarakat terdampak. Namun, pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan Huntap (Hunian Tetap)," jelas Wiranto.

Dia menuturkan, jangan sampai peletakan batu pertama ini, justru membuat pembangunan menjadi mangkrak. Harus menjadi rangsangan bagi Pemerintah Pusat, Daerah, yayasan kemanusiaan dan masyarakat, untuk bersama-sama membangun kembali Palu.

"Agar tahap ini, dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti," ujarnya.

Wiranto mengatakan, dalam tahap pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi bencana di Donggala, Sigi, dan Palu, agar melibatkan peran serta para pengusaha lokal.

"Pada kesempatan yang baik ini saya menghimbau agar pelaksanaan tahap rehabilitasi dan rekonstruksi melibatkan peran serta masyarakat dan pengusaha lokal," ucap Wiranto.

 

2 dari 3 halaman

Pacu Roda Perekonomian

Tujuannya adalah, masih kata dia, memacu roda perekonomian daerah dan masyarakat.

"Sekaligus untuk menumbuhkan rasa ikut memiliki, dan meminimalkan ekses-ekses negatif yang mungkin timbul. Kalau hal ini bisa terwujud, saya yakin tahap ini akan dapat diselesaikan dengan lebih cepat," jelas Wiranto.

Dia menuturkan, dengan melibatkan penguasa lokal, para pengusaha-pengusaha di daerah bisa mendapatkan pekerjaan.

"Dan itu memang anjuran Presiden, bahwa selalu ikutkan pengusaha lokal. Dan ini saya sampaikan di saudara-saudara sekarang semuanya, supaya menjadi perhatian juga para pelaksana nanti," ujar Wiranto.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Anggota Komisi III DPR Cecar BNPT soal Penusukan Wiranto
Artikel Selanjutnya
Pamit dari Kemenko Polhukam, Wiranto: Jangan Usir Saya