Liputan6.com, Jakarta - Siapa bilang usaha makanan harus modal besar? Tren makanan sehat berbahan dasar umbi-umbian dan aneka kukusan kini sedang meledak di berbagai kota. Dengan modal yang sangat terjangkau, Anda bisa memulai ide usaha jajanan sehat dengan harga jual Rp 2000-an per potong, dan omzetnya bisa mencapai ratusan ribu bahkan jutaan rupiah per hari.
Berdasarkan inspirasi dari menu aneka kukusan seperti jagung, ubi, talas, singkong, pisang, kacang, hingga telur, berikut adalah 10 ide usaha jajanan sehat dengan harga jual Rp 2000-an yang bisa Anda mulai sekarang. Peluang bisnis ini terbukti sangat diminati karena masyarakat kini semakin peduli dengan pola makan sehat yang bebas minyak dan rendah kolesterol.
Melalui artikel ini, Anda akan dibimbing untuk memahami rincian modal, perhitungan keuntungan, hingga strategi pemasaran yang tepat sasaran. Mari simak deretan ide usaha jajanan sehat dengan harga jual Rp 2000-an selengkapnya di bawah ini, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (7/8/2026).
Advertisement
Â
1. Ubi Jalar Kukus (Ubi Ungu, Ubi Cilembu, Ubi Kuning)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5448691/original/067936400_1766037682-Gemini_Generated_Image_u6tg73u6tg73u6tg.png)
Ubi jalar berbagai varian dikukus hingga matang sempurna, disajikan hangat tanpa tambahan minyak. Proses pengukusan ini menjaga kandungan serat alami dan vitamin di dalamnya tetap utuh sehingga sangat baik untuk pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Varian yang ditawarkan sangat beragam untuk menarik minat pembeli, mulai dari ubi ungu yang kaya antioksidan, ubi cilembu yang manis legit, ubi kuning yang lembut, hingga tambahan talas dan kentang berkualitas. Keanekaragaman warna dan rasa ini akan membuat gerobak atau lapak jualan Anda terlihat semakin menarik di mata konsumen.
Untuk memulai menu ini, modal awal yang dibutuhkan berkisar antara Rp 50.000 hingga Rp 100.000 untuk pembelian 5 sampai 10 kg ubi serta perlengkapan dandang sederhana. Dengan harga jual dipatok Rp 2.000 per potong ukuran sedang, Anda bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar Rp 800 sampai Rp 1.200 per potong tergantung fluktuasi harga bahan baku di pasar.
Advertisement
2. Pisang Kukus / Pisang Rebus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4760477/original/088693500_1709481270-Screenshot__400_.jpg)
Pisang kepok atau jenis pisang lokal lainnya direbus atau dikukus tanpa tambahan gula pemanis buatan, menjadikannya camilan sehat yang padat nutrisi dan mengenyangkan perut. Teksturnya yang pulen serta rasanya yang manis alami sangat disukai oleh berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Modal awal untuk menyiapkan menu ini terbilang sangat ekonomis, yakni sekitar Rp 40.000 saja untuk pembelian 2 sisir pisang atau setara dengan berat kurang lebih 3 kg. Dengan pengolahan yang higienis dan penyajian hangat, produk ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang mencari pengganjal perut di pagi hari.
Harga jual produk ini ditetapkan sebesar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per potong atau porsi penyajian. Dari setiap porsi yang terjual, Anda dapat mengantongi estimasi keuntungan bersih berkisar antara Rp 800 hingga Rp 1.500 dengan tingkat perputaran modal yang sangat cepat.
3. Jagung Manis Kukus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5020147/original/046292500_1732509762-boiled-sweet-corn-served-plate_524151-1431.jpg)
Jagung manis segar dikukus utuh atau dipotong menjadi beberapa bagian, disajikan dalam kondisi hangat dengan cita rasa manis alami tanpa perlu tambahan bumbu yang berlebihan. Kesederhanaan penyajian ini justru menonjolkan kelezatan asli dari jagung manis pilihan yang kaya akan serat.
Kebutuhan modal awal untuk memborong 10 hingga 15 buah jagung manis segar berkisar antara Rp 30.000 sampai Rp 50.000. Bahan baku ini sangat mudah ditemukan di pasar tradisional dengan harga yang stabil sepanjang tahun, sehingga aman untuk perencanaan keuangan jangka panjang.
Harga jual dipatok sekitar Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per potong atau per buah jagung ukuran sedang. Dengan modal yang minim tersebut, Anda bisa meraih keuntungan bersih sekitar Rp 1.000 hingga Rp 1.500 untuk setiap potong jagung manis yang berhasil dijual kepada konsumen.
Advertisement
4. Singkong Kukus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5505369/original/033642500_1771385710-unnamed__13_.jpg)
Singkong segar pilihan dikukus hingga empuk dan merekah, menghasilkan tekstur yang sangat lembut di mulut serta mengenyangkan perut—menjadikannya salah satu menu favorit lintas generasi. Makanan tradisional ini kembali naik daun seiring tingginya kesadaran masyarakat terhadap tren konsumsi pangan lokal.
Untuk memulai jualan singkong kukus, Anda hanya memerlukan modal awal sekitar Rp 20.000 hingga Rp 40.000 guna menebus 5 sampai 10 kg singkong segar dari petani atau pedagang pasar. Harga bahan baku yang sangat murah ini memberikan ruang margin keuntungan yang cukup longgar bagi pelaku usaha.
Harga jual per potong ditetapkan sebesar Rp 2.000 yang sangat terjangkau bagi siapa saja. Keuntungan bersih yang bisa Anda kantongi dari setiap potong singkong kukus berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 1.500 karena biaya produksi per unitnya tergolong sangat rendah.
5. Talas Kukus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5464236/original/062294000_1767683510-Gemini_Generated_Image_wlxrg0wlxrg0wlxr.png)
Talas dengan karakteristik tekstur yang lembut serta rasa gurih alami dikukus secara matang tanpa menggunakan minyak sama sekali, menjadikannya pilihan camilan yang sangat cocok bagi para pencinta kuliner tradisional. Sensasi rasa pulen khas talas memberikan pengalaman kuliner yang mengenyangkan sekaligus menyehatkan.
Modal awal yang perlu disiapkan berkisar antara Rp 30.000 sampai Rp 50.000 untuk pengadaan sekitar 5 kg talas segar berkualitas baik. Persiapan pengolahannya pun cukup sederhana dan tidak memerlukan keahlian khusus, sehingga sangat ramah bagi pemula yang baru terjun ke dunia bisnis kuliner.
Dengan harga jual Rp 2.000 per potong, produk talas kukus mampu memberikan keuntungan bersih sekitar Rp 800 hingga Rp 1.200 per potong. Menu ini bisa menjadi variasi pelengkap yang menarik di samping ubi dan singkong dalam gerobak jualan Anda.
Advertisement
6. Kacang Tanah Rebus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5033506/original/066196500_1733211723-2150361170.jpg)
Kacang tanah rebus lengkap bersama kulit arinya menawarkan cita rasa yang gurih, empuk, dan sangat mengenyangkan—berperan sebagai sumber camilan nabati yang kaya kandungan protein serta lemak baik. Menu legendaris ini selalu memiliki tempat di hati para penikmatnya karena rasanya yang khas.
Modal awal yang dibutuhkan sangat bersahabat, yakni sekitar Rp 20.000 untuk pembelian 2 hingga 3 kg kacang tanah mentah berkualitas. Proses memasaknya hanya membutuhkan waktu perebusan yang konsisten agar keempukan kacang tercapai secara sempurna.
Produk ini biasanya dijual seharga Rp 2.000 per porsi yang setara dengan takaran 1 hingga 2 genggam tangan. Dari setiap porsi tersebut, Anda dapat menikmati keuntungan bersih sekitar Rp 1.000 sampai Rp 1.500, membuat perputaran uang modal menjadi sangat cepat setiap harinya.
7. Telur Rebus / Telur Kukus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4557054/original/054792500_1693380255-anton-nikolov-zmY2s17CIl4-unsplash.jpg)
Telur ayam biasa atau telur ayam kampung direbus maupun dikukus hingga matang, menyajikan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang sangat praktis dikonsumsi kapan saja. Kandungan gizi yang lengkap menjadikan menu ini incaran utama bagi para pekerja maupun pegiat kebugaran.
Estimasi modal awal untuk menyediakan 30 butir telur siap olah adalah sekitar Rp 30.000. Pengadaan bahan baku ini sangat mudah dilakukan dan minim risiko kerugian karena telur memiliki masa simpan yang relatif aman jika disimpan dengan baik sebelum dimasak.
Harga jual per butir berkisar antara Rp 2.000 hingga Rp 3.500 tergantung jenis telur yang digunakan. Keuntungan bersih yang diperoleh dari setiap butir telur matang berkisar antara Rp 500 sampai Rp 1.500, melengkapi variasi menu sehat berprotein di lapak Anda.
Advertisement
8. Labu Kuning / Waluh Kukus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5069321/original/072454700_1735299161-pumpkin-2519423_1280.jpg)
Labu kuning atau waluh dikukus hingga empuk dengan menampilkan karakteristik rasa manis alami yang kuat serta tekstur daging buah yang sangat lembut di lidah. Menu sehat ini sangat digemari karena ramah pencernaan dan sering dijadikan pilihan menu sarapan ringan yang menyehatkan.
Modal awal yang harus disiapkan berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 30.000 untuk memperoleh 3 sampai 5 kg buah labu kuning segar. Harga pasaran labu kuning yang relatif murah di tingkat grosir memberikan keuntungan kompetitif tersendiri bagi pengelola usaha.
Dengan menetapkan harga jual Rp 2.000 per potong ukuran pas, Anda bisa meraup keuntungan bersih sekitar Rp 1.000 hingga Rp 1.500 per potong. Tampilan warna kuning cerah dari labu ini juga berfungsi sebagai daya tarik visual yang menggugah selera pembeli yang melintas.
Â
9. Paket Combo Kukusan (3 in 1)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318124/original/004336300_1786087136-9.jpg)
Paket hemat ini berisi kombinasi 3 jenis varian kukusan berbeda dalam satu wadah kemasan praktis—misalnya perpaduan potongan ubi, pisang, dan jagung manis kukus. Konsep paket ini memberikan keleluasaan bagi pembeli untuk menikmati berbagai macam rasa sekaligus dalam satu kali pembelian.
Modal awal untuk paket kombo ini secara prinsip disesuaikan dengan akumulasi porsi bahan baku harian yang digunakan. Tidak ada tambahan biaya yang signifikan karena bahan-bahannya sudah tersedia dalam stok menu utama jualan Anda.
Paket menarik ini dipasarkan dengan harga Rp 5.000 untuk kombinasi 3 potong jajanan berbeda. Dari penjualan satu paket combo tersebut, Anda bisa mengamankan keuntungan bersih sekitar Rp 2.000 hingga Rp 3.000, sekaligus mendongkrak volume penjualan harian secara efektif.
Advertisement
10. Bola-Bola Ubi Kukus
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318125/original/041945000_1786087136-10.jpg)
Bola-bola ubi kukus merupakan inovasi olahan kreatif dari ubi kukus biasa yang dihaluskan, dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil yang mungil, serta dapat ditambahkan sedikit taburan keju atau cokelat leleh sebagai variasi rasa modern. Inovasi ini dirancang khusus untuk memikat selera generasi muda dan anak-anak sekolah.
Modal awal yang diperlukan untuk menyiapkan bahan baku beserta bumbu pelengkap berkisar antara Rp 30.000 sampai Rp 50.000. Proses pembentukan adonan menjadi bola-bola dapat dikerjakan dengan cepat menggunakan tangan bersih atau alat cetak sederhana di rumah.
Produk kreatif ini dijual dengan harga Rp 2.000 per porsi yang berisi 3 hingga 4 buah bola ubi lezat. Keuntungan bersih yang bisa didapatkan dari setiap porsi berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 1.500, memberikan nilai tambah profit yang memuaskan bagi pengusaha pemula.
Siapa Target Pasarnya?
Jenis bisnis jajanan sehat kukusan ini masih tergolong jarang dijumpai di berbagai sudut kota, padahal tingkat kebutuhan masyarakat akan makanan praktis bernutrisi sangatlah tinggi. Oleh karena itu, peluang pangsa pasar dari usaha ini terbentang sangat luas dan potensial untuk digarap secara serius oleh siapa saja yang ingin memulai langkah di dunia wirausaha.
Dengan strategi penempatan lokasi yang tepat serta pemahaman mendalam mengenai karakteristik pembeli, produk kuliner berharga ekonomis ini terbukti mampu menyerap berbagai segmen konsumen dari berbagai kalangan usia dan latar belakang sosial yang berbeda.
1. Pekerja Kantoran dan Karyawan
Para pekerja kantoran dan karyawan swasta umumnya membutuhkan asupan sarapan yang praktis, mengenyangkan, namun tetap menyehatkan di pagi hari sebelum mereka disibukkan dengan rutinitas pekerjaan. Membuka lapak jualan mulai pukul 05.00 hingga 07.00 WIB di sekitar kawasan perkantoran merupakan langkah strategis untuk menjaring mereka.
Selain membuka lapak fisik di trotoar atau area komuter, Anda juga bisa melayani sistem pesanan antar (delivery order) pagi hari bagi para pelanggan tetap di dalam gedung perkantoran. Layanan jemput bola seperti ini akan membangun loyalitas pelanggan dengan cepat.
2. Anak Sekolah
Jajanan sehat dengan tingkat harga yang sangat terjangkau ini sangat cocok dinikmati oleh anak-anak usia sekolah tingkat SD hingga SMP sebagai bekal istirahat yang higienis. Pilihan makanan yang bebas dari zat pengawet buatan tentu akan memberikan ketenangan bagi para orang tua murid.
Penerapan bentuk kemasan yang praktis serta porsi kecil yang pas di tangan anak-anak menjadi nilai tambah yang membuat produk Anda mudah dikonsumsi di sela-sela jam istirahat sekolah tanpa mengotori pakaian mereka.
3. Pegiat Olahraga dan Komunitas CFD
Masyarakat yang aktif berolahraga di pagi hari—seperti pengunjung Car Free Day (CFD), komunitas lari pagi, maupun kelompok senam massal—selalu mencari alternatif camilan sehat bernutrisi tinggi tanpa kandungan minyak jenuh untuk memulihkan energi tubuh mereka.
Kehadiran gerobak jajanan kukusan hangat di dekat jalur olahraga publik akan menjadi sasaran empuk bagi para pegiat kebugaran yang mendambakan makanan penutup sesi latihan yang bersih (clean food) dan menyegarkan.
4. Pelaku Diet Sehat dan Gen Z
Generasi muda masa kini serta para pelaku gaya hidup clean eating sangat memperhatikan aspek kandungan gizi dan kalori dari setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh mereka. Tren gaya hidup sehat ini menjadikan mereka sebagai target pasar potensial yang sangat loyal.
Manfaatkan platform media sosial populer seperti Instagram dan TikTok untuk memamerkan proses pembuatan yang bersih serta estetika penyajian menu kukusan Anda, sehingga mampu menarik perhatian anak muda pencinta tren hidup sehat.
5. Keluarga dan Ibu Rumah Tangga
Para ibu rumah tangga dan anggota keluarga di perumahan sering kali mencari alternatif camilan rumahan yang sehat dan higienis untuk dikonsumsi bersama anak-anak tanpa harus repot menghabiskan waktu lama memasak sendiri di dapur.
Ketersediaan variasi menu umbi-umbian kukus yang lezat di dekat lingkungan pemukiman akan menjadi solusi instan bagi para ibu yang menginginkan sajian sore hari yang nikmat dan menghangatkan suasana keluarga.
6. Acara Kantor dan Korporasi
Banyak instansi perusahaan, kantor pemerintahan, maupun lembaga pendidikan yang rutin memesan kudapan sehat untuk keperluan rapat formal, seminar, workshop, maupun acara internal kantor lainnya.
Anda dapat memperluas jangkauan bisnis dengan menawarkan paket katering khusus aneka kukusan tradisional untuk segmen korporasi ini, yang biasanya dipesan dalam jumlah besar secara berkala setiap minggunya.
Advertisement
Proyeksi Keuntungan yang Realistis
Estimasi Modal Awal:
- Dandang/kukusan: Rp 100.000 – Rp 200.000
- Gerobak/meja kecil: Rp 200.000 – Rp 500.000
- Bahan baku awal: Rp 50.000 – Rp 150.000
- Kemasan sederhana: Rp 20.000 – Rp 50.000
- Total: Rp 370.000 – Rp 900.000
Bisa dimulai dengan modal di bawah Rp 500.000 untuk skala kecil.
Perhitungan Keuntungan Harian
Skenario Konservatif (Penjualan 50 potong/hari):
- Omzet: 50 × Rp 2.000 = Rp 100.000/hari
- Modal bahan (40%): Rp 40.000
- Keuntungan bersih: Rp 60.000/hari → Rp 1.800.000/bulan
Skenario Optimistis (Penjualan 250 potong/hari):
- Omzet: 250 × Rp 2.000 = Rp 500.000/hari
- Modal bahan (40%): Rp 200.000
- Keuntungan bersih: Rp 300.000/hari → Rp 9.000.000/bulan
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Usaha Jajanan Sehat Rp 2.000-an
Q:Â Berapa modal minimal untuk memulai usaha jajanan kukusan Rp 2.000-an?
A: Modal awal bisa dimulai dari Rp 370.000 – Rp 500.000 untuk membeli kukusan, gerobak/meja kecil, dan bahan baku awal. Jika sudah memiliki peralatan dapur di rumah, modal awal yang dikeluarkan tentu bisa lebih kecil lagi.
Q:Â Berapa keuntungan per potong jajanan Rp 2.000-an?
A: Keuntungan per potong berkisar antara Rp 800 – Rp 1.500, tergantung pada jenis bahan baku yang digunakan. Bahan seperti singkong dan ubi jalar biasanya memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi karena harga beli bahan mentahnya yang sangat murah di pasaran.
Q:Â Di mana lokasi terbaik untuk berjualan kukusan?
A: Lokasi strategis yang sangat direkomendasikan meliputi: sekitar kawasan perkantoran pada pagi hari, area sekitar sekolah, titik kegiatan Car Free Day, pasar tradisional, serta area pusat olahraga publik yang ramai dikunjungi masyarakat.
Q:Â Apakah usaha ini bisa dilakukan dari rumah?
A: Sangat bisa! Banyak penjual kukusan sukses yang mengawali usahanya langsung dari dapur rumah, lalu membuka lapak kecil di teras depan rumah atau melayani sistem pesanan antar secara online melalui grup pesan singkat warga sekitar.
Q:Â Berapa lama bahan baku bisa bertahan?
A: Umbi-umbian mentah seperti ubi, singkong, dan talas mampu bertahan hingga beberapa hari apabila disimpan di dalam ruangan yang kering, sejuk, serta memiliki sirkulasi udara baik. Namun, setelah proses pengukusan selesai, produk makanan sebaiknya dihabiskan dalam waktu 1 hari demi menjaga kualitas rasa.
Q:Â Apakah perlu izin usaha resmi?
A: Untuk skala usaha mikro dan rumahan, Anda dapat memulai operasional tanpa harus mengurus izin formal yang rumit terlebih dahulu. Kendati demikian, seiring dengan perkembangan skala bisnis ke depan, sangat disarankan untuk mengurus legalitas seperti PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).
Q:Â Bagaimana cara agar dagangan cepat laris?
A: Kunci utama keberhasilan bisnis ini terletak pada konsistensi menjaga kualitas rasa, penerapan harga jual yang ramah di kantong, pemilihan lokasi jualan yang tepat, serta keaktifan melakukan promosi digital melalui media sosial lokal.
Q:Â Apa keunggulan jajanan kukusan dibanding gorengan?
A: Produk kukusan jauh lebih sehat karena proses pembuatannya sama sekali tidak menggunakan minyak goreng jenuh, kandungan nutrisi alami di dalam bahan makanan lebih terjaga dengan baik, proses produksi yang lebih ramah lingkungan, serta tren permintaan pasar yang terus menunjukkan grafik peningkatan positif.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318175/original/031202600_1786088589-HOAX.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317863/original/052285500_1786075641-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-07T110613.668.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317456/original/060618600_1786013917-Screenshot_2026-08-06_164447.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317507/original/011159500_1786016808-cek_fakta_gibran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318123/original/036776300_1786087135-Gemini_Generated_Image_vc2owlvc2owlvc2o.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411073/original/007533700_1762998341-nagasari.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5360800/original/066258000_1758762189-Ilustrasi_mengisi_bensin_di_SPBU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318113/original/012049100_1786086749-Gemini_Generated_Image_9o81cd9o81cd9o81.jpg)