Empat Tewas Dalam Konser Sheila on 7

Konser Sheila on 7 di Bandarlampung tak berjalan mulus. Empat orang tewas, delapan luka-luka, belasan penonton pingsan saat menyaksikan konser tersebut.

Diterbitkan 20 November 2000, 10:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Bandarlampung: Kabar duka datang dari Bandarlampung. Ahad (19/11) siang, sekitar pukul 13.00 WIB, empat remaja putri, berusia antara 14 hingga 19 tahun, tewas terinjak-injak saat menonton konser kelompok musik Sheila on 7 di Gedung Olahraga Saburai. Sedangkan delapan penonton lain terpaksa harus dirawat di rumah sakit, guna mendapat perawatan lebih lanjut.

Dari laporan koresponden SCTV Bisrie Merduani, peristiwa naas itu terjadi ketika grup musik asal Yogyakarta tersebut tengah menyanyikan lagu keempat. Saat itu, di tengah suasana histeris, ribuan penonton yang berada di luar gedung tersebut berusaha masuk ke dalam. Mereka yang berada di luar gedung ternyata juga ingin menyaksikan penampilan Eross (gitar), Duta (vokal), Adam (bas), Sakti (gitar) dan Anton (drum) secara langsung.

Situasi ini ternyata membawa malapateka. Ribuan penonton yang merangsek masuk membuat keadaan kian tak terkendali saja. Sebab, dengan kapasitas 1.000 orang, GOR Saburai memang tak mampu untuk menampung 4.000 penonton. Akhirnya, selain empat orang tewas, peristiwa itu juga menyebabkan delapan orang mengalami luka-luka serius dan belasan orang pingsan. Hingga pukul 24.00 WIB tadi malam, satu korban yang luka dikabarkan belum juga sadarkan diri. Sedangkan tujuh lainnya, hingga kini masih mendapat perawatan dari tenaga medis rumah sakit. Dari keterangan dokter dikabarkan, umumnya para korban ini mengalami kekurangan oksigen ketika terjadi desak-desakan tersebut.

Sedangkan menurut keterangan dari Markas Kepolisian Resor Kota Bandarlampung, ketika konser itu berlangsung, polisi telah memberikan pengamanan dengan baik. Artinya, tak ada masalah dalam hal penjagaan keamanan. Hanya saja, panita penyelenggara tampaknya melanggar perizinan kapasitas yang diberikan oleh kepolisian. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya penonton yang dapat memperoleh tiket, walaupun gedung tempat konser telah penuh sesak. Padahal, polisi hanya memberi izin kepada panitia untuk menjual 1.000 tiket. Namun, entah apa motifnya, panitia malah menjual tiket melebihi kapasitas GOR Saburai. Diperkirakan sebanyak 4.000 tiket telah dijual oleh panitia. Akibatnya, mudah ditebak, kapasitas gedung yang terbatas tak sanggup lagi menahan beban yang ada.

Peristiwa mengenaskan itu membuat grup Sheila on 7 segera mengakhiri pertunjukan pada lagu kelima. Bahkan, pada Ahad sore, lima personil grup itu langsung kembali ke Jakarta, tanpa memberi keterangan apa pun. Sedangkan kasus tersebut, kini tengah ditangani oleh aparat Mapolresta Bandarlampung. Dilaporkan, sejumlah panitia juga telah diperiksa secara intensif. Namun, hingga Senin pagi, polisi belum menetapkan status tersangka kepada panitia.(ULF)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6