Sukses

KPK Periksa Khofifah di Polda Jatim Terkait Pengakuan Romahurmuziy

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa tengah menjalani pemeriksaa di Polda Jawa Timur oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi. Pemeriksaan berkaitan dengan kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) yang menjerat Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romi.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Khofifah diperiksa bersama empat saksi lainnya dari unsur pejabat di Kantor Kemenag Jawa Timur.

"Siang ini, tim penyidik di Surabaya, ada lima orang saksi yang sedang diperiksa di Ditkrimsus Polda Jatim, termasuk saksi Khofifah, Gubernur Jatim," ujar Febri saat dikonfirmasi, Jumat (26/4/2019).

Diduga, pemeriksaan Khofifah dilakuakn karena pengakuan Romi yang menyebut Ketua Fatayat NU itu  sempat merekomendasikan tersangka Haris Hasanuddin menjadi Kakanwil Kemenag Jawa Timur.

"(Khofifah dan empat orang lainnya) didalami pengetahuan mereka tentang tersangka HRS (Haris Hasanuddin)," kata Febri.

Sebelumnya, Romi tak menampik dirinya ikut merekomendasikan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Bahkan, menurut Romi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ikut merekomendasikan Haris.

"Ibu Khofifah Indar Parawansa misalnya, beliau Gubernur terpilih yang jelas-jelas mengatakan 'Mas Romi, percayalah dengan Haris, karena Haris ini orang yang pekerjaannya bagus'," ujar Romi mengulang kata-kata Khofifah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 22 Maret 2019.

Menurut Romi, Khofifah kepadanya mengaku mengetahui kinerja Haris yang dianggap cukup baik.

"Sebagai Gubernur terpilih waktu itu, beliau mengatakan 'kalau Mas Haris saya sudah kenal kinerjanya, sehingga ke depan sinergi dengan Pemprov itu lebih baik'," kata Romi masih mengulang kata-kata Khofifah.

 

2 dari 3 halaman

Diduga Terima Rp 300 Juta

Dalam kasus ini KPK menetapkan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi sebagai tersangka kasus dugaan suap pengisian jabatan di Kementerian Agama (Kemenag).

Romahurmuziy diduga menerima suap sebesar Rp 300 juta terkait seleksi jabatan di lingkungan Kemenag tahun 2018-2019.

Selain Romahurmuziy KPK juga menetapkan dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi (MFQ) dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur, Haris Hasanuddin (HRS). Keduanya diduga menyuap Romi agar mendapatkan jabatan di Kemenag.

KPK menemukan bahwa Romi tak hanya bermain pada proses jual beli jabatan di Kanwil Kemenag Jawa Timur. KPK mengaku menerima banyak laporan bahwa Romi bermain di banyaj daerah di Tanah Air. KPK pun berjanji akan mendalami hal tersebut.

Dalam memainkan pengisian jabatan di Kemenag, Romi dibantu pihak internal Kemenag. KPK pun sudah mengantongi nama oknum tersebut. Hanya saja lembaga antirasuah masih menutup rapat siapa oknum tersebut. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
KPK Tetapkan 10 Tersangka Baru Kasus Proyek Jalan di Bengkalis
Artikel Selanjutnya
Dugaan Korupsi PT Asabri, KPK Tunggu Hasil Hitung Kerugian Negara dari BPK