Sukses

Hari Air Sedunia, 4 Sungai di Kabupaten Tangerang Masih Tercemar Industri

Liputan6.com, Tangerang - Empat sungai utama yang melangir di Kabupaten Tangerang, positif tercemar limbah cair asal industri dan rumah tangga. Padahal, sungai tersebut menjadi sumber utama air baku untuk kehidupan masyarakatnya. 

Hal tersebut diungkapkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) setempat. Keempat sungai tersebut adalah Sungai Cisadane, Sungai Cirarab, Sungai Cimanceri dan Sungai Cidurian.

"Untuk setiap sungai, memiliki kategori jenis pencemarannya, ringan dan berat," ujar Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada DLHK Kabuapaten Tangerang, Budi Khumaeri, saat Peringatan Hari Air Sedunia yang diselenggarakan PT Aetra di Serpong Tangerang Selatan, Jumat (22/3/2019).

Untuk Sungai Cisadane dan Cimanceuri alami pencemaran kategori ringan. Lalu sungai Cidurian dan Cirarab alami pencemaran kategori berat. 

Untuk jenis pencemaran kategori ringan yang terjadi di Sungai Cisadane dan Cimanceri, disebabkan karena adanya sumbangan limbah dari industri dan sampah domestik yang menggunakan bahan kimia. Termasuk di antaranya sampah plastik yang mendominasi di sungai. 

Namun demikian, pencemaran tersebut masih dalam kategori yang bisa diantisipasi dan tak berbahaya. Sebab, pendistribusian air bersih yang bersumber dari Sungai Cisadane masih bisa dilakukan dengan sistem penyaringan. 

Berbeda dengan yang terjadi di Sungai Cidurian dan Cirarab, kategorinya sudah dalam kategori berat dan tak layak konsumsi oleh warga. Unsur besi dan logam sudah tidak cocok menjadi bahan konsumsi.

"Untuk air dari Sungai Cirarab dan Cidurian, kita sangat tidak merekomendasikan untuk di konsumsi, sebab sudah dalam kategori berbahaya. Indikatornya sesuai dengan Permenkes dan PermenLH," kata Budi. 

 

2 dari 3 halaman

Jenis Limbah

Jenis limbah yang mencemari seperti Nitrat, Nitrit, Besi Terurai, Mangan Terurai, ecoli atau zat organik lainnya. Makanya, Budi mengimbau agar warga mulai beralih penggunaan air tanah ke air pipa. 

"Terutama untuk pemukiman daerah Pantura, seperti Sepatan, itu airnya sudah terkontaminasi dengan air laut yang masuk ke tanah," kata Budi. 

Sementara itu, Direktur Komersial dan Operasial PT Aetra Air Tangerang, Okta Ismojo menuturkan, pihaknya melakukan panyaringan secara berlapis dalam mengantisipasi adanya pencemaran tersebut. Sebab, sama seperti penyedia air pipa lainnya, mengambil air baku dari Sungai Cisadane.

Hingga kini, pihaknya memastikan jika distribusi kepada pelanggan tak terganggu dan kualitas yang diberikan tetap yang terbaik. "Kami sangat perhatikan itu dan menerima masukan dari Pemda. Antisipasi sudah kami lakukan sebab evaluasi dilaksanakan secara berkala," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Diterjang Angin, Ratusan Rumah di Kabupaten Tangerang Rusak Parah
Artikel Selanjutnya
Hebat, Yayasan Ini Gratiskan Biaya Pendidikan Santrinya