Sukses

Petik Merdu Sasando dari Rote Ndao NTT

Fokus, NTT - Keberagaman suku di Indonesia menghasilkan berbagai macam produk budaya yang khas dan unik. Salah satunya adalah sasando dari rote ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT). Alat musik yang lahir pada abad ke-17 sempat nyaris punah karena sudah tidak pernah dimainkan lagi.  

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Jumat (22/2/2019), alat musik sasando merupakan alat musik tradisional yang berasal dari NTT. Bentuknya yang unik seperti timba air, melatarbelakangi legenda di balik penciptaan alat musik ini yang konon dibuat oleh dua pemuda saat tengah mengembalakan domba.

Kini alat musik tersebut berusaha dilestarikan kembali oleh masyarakat setempat. Salah satunya oleh Herman Adolf Ledo, warga Pulau Rote Ndao, yang menularkan keahliannya memainkan sasando kepada sang cucu.  

Dalam waktu satu minggu, Herman mampu mengerjakan satu buah sasando dengan 24 sena

“Pesanan ada saja. Kalau dikerjakan satu orang sekitar seminggu. Dijual dengan harga Rp 5 juta,” ujar Herman Adolf Ledo.  

Mulanya, sasando hanya boleh dimainkan oleh para sesepuh dan orangtua. Namun, demi melestarikan alat musik tradisional, cara memainkan sasando mulai diajarkan kepada generasi penerus sejak dini.  

Herman pun berharap semakin banyak generasi muda yang mampu membuat dan memainkan sasando agar terus lestari. (Karlina Sintia Dewi)