Sukses

Megawati Terisak saat Kenang Sejarah PDI Menjadi PDIP

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, sempat terisak dan menitikkan air mata, saat menceritakan sejarah perubahan nama partainya. Hal ini disampaikan saat menyampaikan pidato dalam rangka HUT PDIP ke-56.

Presiden kelima RI ini, memutar memorinya saat PDIP masih bernama PDI terkait kejadian di Pemilu 1997. Di mana jelang hari pencoblosan, dia didatangi oleh perwakilan pemerintahan.

"Kembali ke dalam ingatan yang lama, kenapa dari PDI menjadi PDI Perjuangan. Kami waktu itu tahun 97, waktu itu ada Pemilu, saya tidak lupa, beberapa hari pencoblosan saya didatangi beberapa orang dari Pemerintah, yang mengatakan kepada saya hak saya untuk dipilih itu ditiadakan. Tapi saya diizinkan untuk memilih," ucap Megawati di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (11/1/2019).

Hal ini membuat dia merasa binggung. Meski demikian, Megawati tetap meminta para kader banteng untuk tetap mencoblos.

"Saya pikir waktu itu pada nurut. Saya sampai ditunggu untuk ke tempat coblos. Tapi mungkin sudah jalannya, persis saat (hari) mencoblos, keluarga saya di Blitar ada yang meninggal, dan saya pergi ke sana. Sampai saat penguburan saya tetap ditunggu, waktu itu bukan KPU tapi LPU, dan meminta menggunakan hak saya untuk mencoblos di Blitar. Tapi waktu itu saya mengatakan tidak mungkin, karena harus mengantarkan jenazah sampai pemakaman," cerita Megawati.

Dia mengaku sedih, pasalnya, kader-kader PDI tidak mau memilih. Sehingga suaranya turun drastis. Saat menceritakan ini, dia pun sempat terisak dan menitikkan air mata.

"Tapi bukan sedih, warga PDI bersorak-sorai. Setelah itu tentu saja, PDI suaranya dikatakan tidak bagus," cerita Megawati.

 

2 dari 3 halaman

Ubah Nama

Saat Pemilu 1999, dia disebut boleh ikut. Dengan catatan harus mengubah nama.

"Waktu itu ada yang mengatakan perjuangan, perjuangan. Waktu mendaftarkan nama itulah kenapa menjadi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan dan disahkan 1 Februari 1999, waktu saat kongres kelima. Itulah salah satu perjalanan luar biasa dari PDI ke PDI Perjuangan," kata Megawati.

Menurut dia, sejarah ini terus disampaikannya. Untuk mengingat para kader banteng bermoncong putih itu.

"Sejarah tersebut selalu saya sampaikan. Agar partai ini memiliki ingatan kolektif, dan komitmen tuntaskan tugas sejarah," pungkasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Perang Melawan Hoaks Ala Moeldoko

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Megawati: Jangan Kampanyekan Kebencian, Berpolitik dengan Gembira
Artikel Selanjutnya
Megawati: Prabowo Kangen Nasi Goreng Saya, Anak Buahnya Kok Menyudutkan?