Greenpeace Bantah Tuduhan Jadi Antek Asing

Tuduhan-tuduhan seperti Greenpeace adalah antek asing, menerima dana judi, ditunggangi kepentingan industri Eropa adalah tidak benar dan mengada-ada.

Diterbitkan 15 Februari 2012, 14:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Greenpeace membantah berita-berita miring yang dialamatkan pada dirinya. "Tuduhan-tuduhan seperti Greenpeace adalah antek asing, menerima dana judi, ditunggangi kepentingan industri Eropa adalah tidak benar dan mengada-ada. Karena Greenpeace tidak hanya ada di Indonesia, tetapi ada di lebih dari 40 negara, sebagian besar di negara maju," demikian bunyi pernyataan pers Greenpeace yang diterima Liputan6.com, Rabu (16/2).

Greenpeace menyatakan, saat ini memang ada pihak-pihak yang berusaha menyudutkan dan mencemarkan nama baik Greenpeace dengan mencari-cari, dan menggunakan segala cara dan alasan, karena merasa kepentingan pribadi dan golongannya terganggu oleh kampanye penyelamatan lingkungan yang dilakukan Greenpeace.

Greenpeace mengutip pernyataan Direktur LBH Jakarta, Nurcholish dalam catatan akhir tahunnya, pada 2011, bahwa ada fenomena para ‘penjahat lingkungan’ melakukan serangan balik kepada lembaga-lembaga yang selama ini lantang menyuarakan penyelamatan lingkungan, termasuk Greenpeace.

"Hasil investigasi kami telah menemukan ada pihak-pihak tertentu, atas pesanan pihak lain sejak tahun lalu memang mengkhususkan diri mencari dan memproduksi berita-berita negatif, yang bertujuan untuk membuat buruk citra Greenpeace di Indonesia, dan mengirimkan berita itu kepada berbagai media dengan harapan bisa dimuat," demikian pernyataan pers Greenpeace.

Pihak-pihak itu diperkirakan akan terus melakukan hal ini dan akan mencari segala topik untuk menyudutkan Greenpeace. Mereka menurut Greenpeace cenderung menghalalkan segala cara untuk memproduksi berita negatif terhadap Greenpeace.

Contoh terakhir yang disebutkan Greenpeace adalah berita yang mengutip pernyataan Benny Susetyo dengan statement-nya yang menyudutkan Greenpeace, tetapi setelah dikonfirmasi Romo Benny ternyata tidak merasa diwawancara, dan akhirnya melayangkan somasi kepada media-media yang bersangkutan.

Greenpeace juga telah melakukan konfirmasi terhadap beberapa tokoh nasional yang juga menyatakan bahwa mereka tidak berkomentar buruk terhadap Greenpeace, tetapi dipelintir oleh pihak-pihak itu.

Dalam kasus penyelundupan limbah bahan beracun berbahaya (B3) dari Inggris dan Belanda ke Indonesia, Greenpeace juga telah mendesak Pemerintah Indonesia untuk mempercepat penyidikan dan segera memulangkan 113 kontainer berisi logam rongsokan yang diduga kuat terkontaminasi limbah bahan beracun dan berbahaya bagi negara asal.

"Ini menunjukkan keseriusan Indonesia sebagai salah satu negara pencetus Basel Ban Amandment, yang juga pernah menjabat Presiden Konferensi Antar Pihak (COP) 9 Konvensi Basel. Walhi, Institut Hijau Indonesia, Greenpeace Indonesia, Balifokus, Gita Pertiwi dan ICEL bergabung dalam Indonesia Toxics Free Network mendesak pemerintah untuk serius menindaklanjuti kasus 113 kontainer ini." tulis Greenpeace.

Di negara-negara maju, Greenpeace juga kerap menentang pemerintahan dan industri-industri besar multinasional, dalam melakukan upaya penyelamatan lingkungan. Greenpeace tampil menghadapi perusahaan besar seperti Apple, Exxon, Shell, British Petroleum, Kimberly Clark dll.

Greenpeace yakin, masyarakat telah memahami bahwa organisasi ini tidak bisa ditunggangi siapa pun. Bahkan demi menjaga independensinya, Greenpeace selama 40 tahun tidak sudi dan tidak akan pernah sudi menerima dana dari pemerintah, lembaga pemerintahan, atau perusahaan mana pun.

Greenpeace berterima kasih kepada 3 juta orang di dunia dan sekitar 30.000 orang di Indonesia yang menjadi supporter individu, karena berkat mereka sampai sekarang Greenpeace masih bisa menjaga independensi dan tak bisa dibeli pihak mana pun. Semua kegiatan Greenpeace bisa dilihat pada situs www.greenpeace.org. (mla)


*Catatan Redaksi: Berita ini sekaligus sebagai bentuk hak jawab atas berita Penyelundupan B3 Ada yang Diuntungkan.


 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6