Sukses

Tim SAR Gabungan Hentikan Pencarian Korban Lion Air Jatuh di Karawang

Fokus, Jakarta - Setelah melakukan pencarian selama 13 hari, Basarnas memutuskan untuk menghentikan operasi. Namun, tim akan tetap membantu KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) untuk menemukan cockpit voice recorder atau CVR yang hingga kini belum ditemukan.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Minggu (11/11/2018), Kepala Badan SAR Nasional Marsekal Madya Muhammad Syaugi secara resmi mengumumkan penutupan operasi pencarian penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat, Sabtu Siang.

Keputusan tersebut diambil setelah mnelakukan evaluasi dan analisa terhadap kondisi di lapangan. Setelah dilakukan perpanjangan pencarian sebanyak dua kali, sepanjang hari Sabtu Tim SAR tidak lagi menemukan korban. Bahkan pada Jumat kemarin hanya ditemukan satu kantong jenazah.

"Operasi SAR secara terpusat ini ditutup, namun, Tim SAR Jakarta dan Bandung tetap melaksanakan operasi," kata Kepala Basarnas Marsekal Madya Muhammad Syaugi.

Namun Tim Basarnas Jakarta dan Bandung akan tetap melakukan pencarian, karena yang dihentikan adalah operasi pencarian secara terpusat. Bahkan, untuk membantu KNKT mencari kotak hitam berisi CVR, Basarnas menugaskan 10 penyelam. Sementara itu, KNKT menyatakan, pencarian CVR akan terus dilakukan tanpa ada target waktu. KNKT mengerahkan empat kapal yang dilengkapi ROV yang dipasang alat pendeteksi canggih yaitu sub buttom profiling yang mampu mendeteksi benda di dalam lumpur hingga 4 meter. Alat tersebut masih dalam proses pemasangan di Surabaya.

"Tim kami akan tetap mencari black box, kami belum tahu sampai kapan pencarian ini bisa kami lakukan, kami juga harus pikirkan biaya pencarian," ucap Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono.

Selama 13 hari masa operasi pencarian, Tim SAR gabungan berhasil menemukan 196 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. Hingga saat ini, Tim Disaster Victim Identification atau DVI Mabes Polri sudah berhasil mengidentifikasi 79 korban. (Muhammad Gustirha Yunas)