Sukses

Top 3 News: Kronologi Erika Terjatuh dari Viaduk saat Nonton Surabaya Membara

Jakarta - Top 3 news, peringatan untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan berujung duka di Kota Surabaya. Tiga orang meninggal dunia akibat terjatuh dari viaduk saat tengah menonton drama kolosal Surabaya Membara, Jumat malam, 9 Oktober 2018

Salah satu dari korban merupakan bocah perempuan bernama Erikawati yang masih duduk di bangku kelas 3 SD. 

Dalam video yang beredar, nampak kerumunan warga memadati viaduk yang letaknya di pinggiran rel kereta api. Saat tiba-tiba KA KRD jurusan Sidoarjo-Surabaya Pasar Turi melintas. Melihat datangnya kereta, penonton mendadak panik. 

Akibat saling dorong ingin menyelamatkan diri, beberapa orang terjatuh dari viaduk setinggi 6 meter. 

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengatakan, jalur KA di viaduk tergolong perlintasan yang cukup padat.

Sebelum musibah itu terjadi, KA sudah membunyikan semboyan 35 (seruling lokomotif) dan telah mengurangi kecepatan. 

Sementara itu, kejanggalan terjadi pada salah satu korban Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairn Tanjung Karawang. Arif Yustian tidak termasuk dalam daftar penumpang yang diangkut pesawat pabrikan Boeing itu.

Hanya tertera nama Krisma Wijaya manifest nomor 171.

Berikut berita terpopuler di kanal News Liputan6.com, sepanjang Sabtu, 10 November 2018:

2 dari 4 halaman

1. Erika Meninggal Setelah Terlepas dari Genggaman Ibunya di Viaduk Surabaya

Sahluki tak kuasa menahan sedih dan tiada henti melantunkan kalimat tauhid tatkala putrinya yang masih duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar itu, dipindahkan dari kamar jenazah RSUD Dr Soetomo Surabaya ke mobil ambulans usai tragedi drama kolosal di viaduk Surabaya.

Erikawati mengembuskan napas terakhir kalinya setelah terjatuh dari viaduk karena terlepas dari genggaman ibunya saat menonton Surabaya Membara.

"Di tengah kerumunan orang yang panik, putri saya terlepas dari genggaman ibunya," kenang Sahluki.

 

Selengkapnya...

3 dari 4 halaman

2. Mengapa Arif Yustian Korban Lion Air Jatuh Tak Terdaftar di Manifes?

Tangis keluarga pecah mengiringi prosesi pengantaran jenazah Arif Yustian (20), korban Lion Air PK-LQP ke tempat peristirahatan terakhir di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karang Anyar, Bojonggede, Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/11/2018) siang.

Raut wajah sahabat, tetangga hingga teman kantor juga tampak tidak bisa menyembunyikan kesedihan.

Tubuh Sariyoso, ayah korban, terlihat lemas seperti tak kuasa menahan kesedihan saat melihat jenazah sang anak dikebumikan. Dari mulutnya terus mengucapkan doa dengan berlinang air mata.

 

Selengkapnya...

4 dari 4 halaman

3. Viaduk Surabaya, Jalur Aktif yang Tak Seharusnya Jadi Tempat Berkumpul

Belasan penonton drama kolosal Surabaya Membaraterluka saat kereta api melintas di viaduk Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (9/11/2018) malam. Tiga orang lainnya meninggal dunia.

Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Gatut Sutiyatmoko mengatakan, kereta api yang melintas adalah KRD Sidoarjo-Surabaya Pasar Turi.

"KA sudah membunyikan semboyan 35 (seruling lokomotif) dan sudah berupaya mengurangi kecepatan sampai lk 15 km/jam. Padahal, kecepatan normal di jalur itu hanya 30 km/jam," ujar Gatut.

 

Selengkapnya...

 

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Artikel Selanjutnya
Top 3 Berita Hari Ini: Kenangan Pilu Ayah Bocah Korban Insiden Surabaya Membara
Artikel Selanjutnya
Kenang Sang Ayah Sebelum Anaknya Tewas dalam Insiden Surabaya Membara