Sukses

PSI Sindir Partai Lama, PKB: Kita Doakan Lolos ke Parlemen

Liputan6.com, Jakarta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai banyak pejabat negara yang terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bukti kegagalan partai lama. Proses rekrutmen internal partai disebut masih bermasalah.

Wakil Sekretaris Jenderal PKB Maman Imanulhaq mengatakan, tak masalah PSI bicara seperti itu. Dia meminta didoakan saja agar partai pimpinan Grace Natalie tersebut lolos ke Senayan.

"PSI boleh bicara seperti itu, bagus. Tapi mari kita buktikan apakah mereka mampu membuktikan, misalnya diberi amanat oleh Allah masuk parlemen. Mudah-mudahan PSI mampu menjadi partai yang berintegritas," ucap Maman di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Dia menegaskan, PKB mempunyai mekanisme bagaimana menciptakan partai bersih. Soal kasus OTT di Cirebon dan Bupati Bekasi Neneng, itu tak bisa menyalahkan partai.

"Kalau PKB dari awal punya mekanisme bagaimana kita menjadi partai yang bersih, akuntabilitas, transparasi, dan pertanggung jawaban menjadi nilai yang diperjuangan di PKB. Kalau masih ada 1,2,3 yang ditubuh partai seperti penangkapan kader PDIP di Cirebon, kemudian Neneng di Bekasi, dan sebagainya, itu tidak bisa menyalahkan partai. Tetapi kita harus melakukan pengawasan seperti itu," ungkap Maman.

Dia mengungkapkan, tak merasa gerah dengan pernyataan PSI. Hanya minta doakan saja supaya PSI lolos ke Parlemen.

"Kita senang saja ada anak muda, gairah politik kuat. Tapi mari kita berdoa semuanya, agar PSI benar ada yang sampai. Istilah di pesantren, calon-calon itu bolak-balik datang ke Kiai minta amalan ayat kursi. Sudah dapat kursi, ayatnya lupa," pungkas Maman.

2 dari 2 halaman

Jangan Salahkan Partai Lama

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebelumnya meminta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tak mengambil keuntungan politik, dengan menyalahkan partai politik lama terkait kasus korupsi.

"Saya kira sebaiknya teman-teman PSI tidak perlu mengambil keuntungan politik dari kasus-kasus korupsi yang terjadi, hanya dengan menyalahkan parpol-parpol lama, demi membangun citra sebagai parpol baru," ucap Wasekjen PDIP Ahmad Basarah kepada Liputan6.com, Jumat (26/10/2018).

Wakil Ketua MPR RI ini meminta agar sama-sama mencari solusi terbaik, sehingga semua pihak bisa terselamatkan dari bahaya laten korupsi ini.

"Kita perbaiki sistem berbangsa kita dengan perbuatan nyata, dan secara gotong royong antar komponen bangsa. Bukan malah ingin menang dan hebat sendiri," jelas Basarah.

Dia menegaskan, korupsi itu dipengaruhi oleh faktor kesempatan. Bahkan dirinya teringat parpol-parpol dulu yang dicap sebagai partai baru, berkata seperti apa yang disampaikan PSI.

"Korupsi soal juga dipengaruhi faktor kesempatan. Dulu juga parpol-parpol baru yang belum punya kader di lembaga publik, statemennya sama seperti yang diucapkan teman-teman PSI saat ini. Tetapi ketika mereka punya kekuasaan, ternyata akhirnya kader parpol baru tersebut juga ada yang terjerat kasus korupsi," ungkap Basarah.

Sehingga, masih kata dia, masalahnya bukan terletak pada parpol lama semata. Tetapi juga sistem politik.

"Jadi masalahnya bukan terletak pada parpol lama semata, tetapi juga sistem politik yang kita anut dan jalankan, yang memang banyak mendorong kader-kader parpol untuk terjebak dalam tindak pidana korupsi," jelas Basarah.

Dia mencontohkan, usulan PDIP agar sistem proporsional tertutup, ini agar tidak terjadi pertarungan bebas antar caleg. Selain itu, mengurangi biaya kampanye yang besar.

"Karena dengan biaya kampanye yang besar, akan mendorong mereka yang terpilih untuk mencari dana yang tidak halal, untuk mengembalikan modal kampanye mereka. Hal tersebut juga terjadi pada sistem pemilihan kepala daerah, sehingga banyak kepala daerah yang terjebak kasus korupsi," pungkasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
PDIP Minta PSI Tak Salahkan Partai Lama Soal Korupsi
Artikel Selanjutnya
Marak OTT KPK, PSI: Bukti Kegagalan Partai Lama