Sukses

Deretan Pembela Ratna Sarumpaet Sebelum Mengaku Jadi Pencipta Hoaks Terbaik

Liputan6.com, Jakarta - Foto dan kabar aktivis Ratna Sarumpaet diduga dikeroyok orang tak dikenal viral. Penganiayaan tersebut diduga terjadi di Bandung, Jawa Barat.

Dalam foto yang viral pada Senin 1 Oktober, wajah Ratna terlihat lebam dan bengkak. Awalnya, Ratna belum bersuara terkait dugaan pengeroyokan yang terjadi pada dirinya. Para politikus di lingkaran Ratna justru yang angkat bicara.

Beberapa dari mereka membenarkan pengeroyokan Ratna Sarumpaet. Salah satunya adalah Wakil Ketua DPR RI yang juga politisi Partai Gerindra Fadli Zon.

Bahkan, dalam akun Twitternya @fadlizon, ia mengatakan jika benar Ratna Sarumpaet dikeroyok orang yang tak dikenal.

"Mbak @RatnaSpaet memang mengalami penganiayaan dan pengeroyokan oleh oknum yang belum jelas. Jahat dan biadab sekali," cuit Fadli, Senin, 1 Oktober 2018.

Tak hanya Fadli Zon, berikut ini deretan para pembela Ratna Sarumpaet saat belum mengakui bahwa dirinya berbohong dikeroyok, melainkan sedot lemak di klinik kecantikan:

2 dari 10 halaman

1. Prabowo Subianto

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang juga menjadi Capres nomor urut 02 angkat suara terkait dugaan penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet. Dia mengaku akan bergerak mengusut hal tersebut dengan menemui Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Kami berencana dalam waktu dekat minta waktu menghadap Kapolri dan pejabat-pejabat lain membicarakan masalah ini," kata Prabowo.

Ratna yang menjadi salah satu anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga diduga mengalami penganiayaan fisik oleh orang tak dikenal. Lewat foto beredar, Ratna Sarumpaet mengalami luka lebam parah di seluruh wajah.

Selain mendapat intimidasi fisik, Ratna juga disebut mendapat ancaman dari si penganiaya. Karenanya, insiden yang kabarnya terjadi pada 21 September kemarin, baru bisa diungkapnya hari ini.

"Keluarganya terus terang saja ketakutan karena diancam terus menerus, bahkan tidak mau melapor. Ini suatu tindakan yang represif," tegas Prabowo.

Prabowo pun menggaris bawahi, tindakan dugaan penganiayaan terjadi pada Ratna adalah sebuah hal di luar batas. Karenanya, dia ingin hal ini bisa diusut hingga tuntas.

"Bagi saya ini adalah suatu tindakan di luar batas. Walaupun Ibu Ratna pasrah, bahwa kita yang akan mempermasalahkan," Prabowo memungkasi.

 

3 dari 10 halaman

2. Fadli Zon

Dalam akun Twitternya @fadlizon, Fadli mengatakan jika benar Ratna Sarumpaet dikeroyok oleh orang yang tak dikenal.

"Mbak @RatnaSpaet memang mengalami penganiayaan dan pengeroyokan oleh oknum yang belum jelas. Jahat dan biadab sekali," cuit Fadli, Senin, 1 Oktober 2018.

Fadli Zon menyebut bahwa Ratna Sarumpaet mengalami trauma fisik dan psikologi. Akibatnya, dia tak bisa langsung melaporkan kejadian yang diduga terjadi pada 21 September 2018.

 

4 dari 10 halaman

3. Rachel Maryam

Tak hanya Fadli Zon, Rachel Maryam juga membenarkan pengeroyokan yang dialami Ratna. Ia mencuitkan pembenaran tersebut pada akun Twitternya @cumarachel.

"Innalillahi bunda @RatnaSpaet semalam dipukuli sekelompok orang. Saat ini keadaan babak belur. Hei kalian beraninya sama ibu2! Apa kalian gak punya ibu? Lahir dari apa kalian?" tulis Rachel Maryam pada Senin, 1 Oktober lalu.

"Setelah dikonfirmasi, kejadian penganiayaan benar terjadi..hanya saja waktu penganiayaan bukan semalam melainkan tgl 21 kemarin. Berita tidak keluar karena permintaan bunda @RatnaSpaet pribadi, beliau ketakutan dan trauma. Mohon doa," kata Rachel.

 

5 dari 10 halaman

4. Nanik S Deyang

Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang menceritakan kisah Ratna yang diduga menjadi korban pengeroyokan.

Ratna dan dua temannya dari Srilanka dan Malaysia, kata Nanik, menuju Bandara Husein Saatranegara, Bandung, Jawa Barat menggunakan taksi.

Setelah dua temannya turun dari taksi, peristiwa nahas itu terjadi di sekitar bandara pada 21 September 2018. Ia melanjutkan, setelah dipukuli tiga orang tak dikenal tersebut di tempat gelap, Ratna kemudian dilempar ke pinggir jalan aspal hingga bagian samping kepalanya robek.

Nanik menyebut kejadian itu sangat cepat sehingga Ratna kesulitan mengingat urutan kejadiannya.

"Mbak Ratna sebetulnya agak curiga saat tiba-tiba taksi dihentikan agak jauh dari keramaian. Nah saat dua temannya yang dari luar negeri turun dan berjalan menuju Bandara, Mbak Ratna ditarik tiga orang ke tempat gelap, dan dihajar habis oleh tiga orang, dan diinjak perutnya," kata Nanik.

Saat itu menurut Nanik, Ratna hanya bisa menutupi mukanya yang terus dipukuli. Ratna tidak bisa melihat secara jelas siapa pelaku pemukulan tersebut. Setelah dipukuli, Ratna dilempar ke pinggir jalan aspal, sehingga bagian samping kepalanya robek.

"Mbak Ratna masih sedikit sadar saat dia kemudian dibopong sopir taksi dan dimasukkan ke dalam taksi. Oleh sopir taksi mbak Ratna diturunkan di pinggir jalan di daerah Cimahi," ucapnya.

Usai diturunkan dipinggir jalan, Ratna kemudian mencari kendaraan menuju rumah sakit di Cimahi. Selain itu ia juga menelepon temannya seorang dokter bedah dan langsung ditangani.

"Mbak Ratna malam itu juga langsung balik ke Jakarta, dan dalam situasi trauma habis dia harus berdiam diri selama 10 hari. Barulah hari Minggu lalu dia memanggil Fadli Zon ke rumahnya, dan baru semalam Fadli Zon melaporkan ke Pak Prabowo, dan hari ini di suatu tempat menemui Pak Prabowo," pungkas Nanik.

6 dari 10 halaman

5. Fahri Hamzah dan Dahnil Anzar

Mendengar kabar dari Nanik, Fahri Hamzah turut bicara melalui akun Twitternya @Fahrihamzah. Bahkan, Fahri sempat berdebat dengan dokter bedah plastik yang juga penyanyi Topi di akun Twitter.

Perdebatan itu terjadi lantaran belakangan terungkap jika wajah lebah Ratna akibat operasi plastik. Turut serta dalam perdebatan juru bicara koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Perdebatan dimulai ketika Fahri mengomentari cuitan Dahnil Anzar Simanjuntak Selasa 2 September 2019 yang menyatakan Prabowo telah bertemu Ratna dan akan memberikan keterangan pada sore hari.

Dahnil juga memposting foto Prabowo sedang berbincang dengan Ratna di dalam sebuah ruangan. "Sore tadi Pak @prabowo sudah bertemu dengan Bu @RatnaSpaet terkait dengan pernyataan resmi dan keprihatinan Pak Prabowo, kami akan sampaikan di Kertanegara sore ini," cuit Dahnil, Selasa 2 Oktober 2018.

Fahri lalu mengomentari kicauan Dahnil. "Mau menasihati agar ibu Ratna tegar apalah kita ini...umur beliau 70 tahun...kita belum tentu setegar beliau...tapi diam dengan keadaan ini adalah durhaka kepada Ibu pertiwi... #SaveDemokrasi," cuit Fahri.

Cuitan Fahri lalu ditanggapi oleh Tompi dengan nada menyindir. "Bang Fahri, kalau boleh saran Cek info yang masuk Pak. Jangan telan saja. Ingat Tuhan. Jangan ingat pilpres saja," tulis Tompi.

Cuitan Tompi dibalas oleh Fahri yang memintanya untuk membatasi diri karena bukan ahli foto atau digital forensik.

"Tapi anda harus membatasi diri, anda buka ahli foto atau digital forensik...anda dokter bedah kulit setahu saya...ada yang kulitnya rusak karena dianiaya seperti ibu Ratna Sarumpaet dan ada yang seperti pasien anda yang ingin tampak lebih cantik. Belajar bedain itu saja dulu dok," kicau Fahri kepada Tompi.

"Pak Tompi yang baik, ada beberapa orang: calon presiden, profesor UGM, wakil ketua DPR dan beberapa orang duduk di depan seseorang yang anda sebut habis operasi kecantikan. Namanya ibu Ratna Sarumpaet. Pantaskah dia murung? Pantaskah dia cemas dan tegang?" lanjutnya.

Kicauan Fahri ditanggapi oleh Tompi. Menurut dia, banyak orang yang lebih tua dari Ratna memilih operasi plastik.

"Bang, yang lebih tua dari itu saja banyak. Jangan tanya buat apa... kebutuhan Tampil lebih seger, lebih cantik itu hak orang yang mau," kata Tompi.

 

7 dari 10 halaman

6. Amien Rais

Tak mau kalah, Amien Rais menyebut akan segera menemui Kapolri Jendral Tito Karnavian untuk membicarakan soal aksi dugaan penganiayaan yang dialami aktivis Ratna Sarumpaet.

"Jadi Insyaallah dalam satu dua hari ini Pak Prabowo dan teman-teman koalisi akan menemui Kapolri, kita akan bicara mengapa dalam bulan-bulan ini terjadi penganiayaan," kata Amien.

Menurutnya, dalam pertemuan nantinya akan dilakukan pembicaraan dari hati ke hati dengan Kapolri agar kepolisian bersedia segera menegakan hukum dan keadilan untuk menangkap pelaku keonaran.

"Seharusnya segera tangkap pelaku keonaran pengguncang sosial yang membuat negara ini semakin tidak menentu, ada ulama dianiaya, dicincang oleh orang gila. Dan, Ibu Ratna Sarumpaet menuju bandara dengan orang Srilanka dan Malaysia, sopirnya sudah diatur turun jauh dari lobi airport," papar Ketua Majelis Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu.

 

8 dari 10 halaman

7. Hanum Rais

Sama dengan sang ayah, Hanum Rais justru mengungkap alasan Ratna tidak mengungkap kejadian pengeroyokan dirinya. Ia berkicau melalui akun Twitter miliknya @hanumrais yang terdapat sebuah video di dalamnya.

Menurutnya, Ratna diancam jika melapor kejadian pengeroyokan tersebut kepada aparat kepolisian.

"Jika saya jadi beliau, mana berani melapor pada berwajib jika diancam diintimidasi anak dan cucunya akan dihabisi? Perempuan, 70 tahun, mgkn jika dia yang binasa tak masalah, tapi bagaimana jika generasinya? Wahai negara, masih adakah keadilan hukum di negeri ini?" cuit Hanum.

Dalam video yang diunggahnya, Hanum tampak memeluk Ratna Sarumpaet. Sembari menahan air mata, Hanum mengatakan jika dirinya merasakan apa yang dialami oleh Ratna.

Sebelumnya, Hanum juga menyebut jika penganiayaan terhadap Ratna Sarumpaet justru akan menumbuhkan ribuan Ratna yang lainnya.

"Dua pendekar wanita Indonesia yang keberaniannya sungguh di atas rata-rata. Bu Neno Warisman dan Ibu Ratna Sarumpaet. Penganiayaan terhadapnya, penyiksaan, justru akan menumbuhkan ribuan Neno dan Ratna," kata Hanum.

9 dari 10 halaman

Pengakuan Ratna Sarumpaet

Pada akhirnya, Ratna membantah dirinya telah dianiaya. Dia akhirnya mengklarifikasi berita tentang penganiayaannya. Ratna mengaku tidak dianiaya siapapun.

"Apa yang saya katakan ini akan menyanggah adanya penganiyaan," kata Ratna.

Dia mengakui telah datang ke rumah sakit pada 21 September 2018 untuk menemui dokter bedah plastik. Dia mengaku menjalani prosedur sedot lemak di sana.

"Tanggal 21, saya mendatangi rumah sakit menemui dokter Sidik, dokter bedah plastik. Kedatangan ke situ karena kami sepakat beliau akan menyedot lemak. Dokter Sidik adalah dokter yang saya percaya," ujar Ratna Sarumpaet.

Dia juga mengaku kaget setelah melihat memar-memar usai operasi sedot lemak. Dokter pun menjelaskan, jika memar itu biasa muncul setelah operasi plastik.

Ratna juga menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Ini menyusul pembelaan Prabowo atas dugaan penganiayaan yang dialami Ratna Sarumpaet.

"Saya memohon maaf kepada Pak Prabowo Subianto yang kemarin tulus membela kebohongan yang saya buat. Saya tidak tahu apa rencana Tuhan dan berjanji akan memperbaiki," tutur Ratna.

Tak hanya kepada Prabowo, permintaan maaf juga disampaikan Ratna kepada Amien Rais. Dia berharap dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini.

"Saya memohon maaf kepada Pak Amien (Rais), yang dengan sabar mendengar kebohongan saya kemarin. Juga saya minta maaf kepada emak-emak. Saya tahu kalian kecewa, saya ingin tetap emak-emak berjuang. Kalian adalah emak-emak Indonesia yang terus akan berjuang," ujar dia.

"Saya berharap Tuhan memberi kekuatan atas kejadian ini. Aku juga minta maaf kepada semua pihak yang terkena dampak ini," kata Ratna Sarumpaet.

10 dari 10 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Potret dan Sejarah Kota Tertua di Indonesia

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Merasa Dibohongi, Politikus Demokrat Minta Prabowo Pecat Ratna Sarumpaet
Artikel Selanjutnya
Beda Bengkak karena Operasi Plastik dan Pukulan, Ini Kata Tompi