Sukses

Ketua DPR Sebut Iklan PRT di Singapura Rendahkan Martabat Manusia

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPR Bambang Soesatyo meminta Polri dapat menggandeng interpol guna mengungkap kasus dimana salah satunya pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia muncul dalam sebuah situs e-niaga di Singapura.

Pria yang biasa disapa Bamsoet tersebut mengatakan harus ada kepastian perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di negara tetangga. Hal tersebut termasuk para pekerja migran.

"Mengungkap latar belakang pembuatan iklan tersebut dan bersama Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, BNP2TKI, serta Migrant Care untuk menuntut tindakan hukum terhadap pelaku yang telah mengeksploitasi pekerja migran," kata Bamsoet dalam keterangan persnya di Jakarta, Senin (17/9/2018).

Dia menyebut untuk kasus ini pemerintah dapat menggunakan jalur diplomasi. Duta Besar Singapura juga harus menjelaskan iklan tersebut.

Sebab hal tersebut bertentangan dengan Pasal 20 Undang-undang Nomor 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Bamsoet juga menyebut iklan itu merendahkan martabat manusia.

"Kami mendukung sikap Indonesia melakukan protes dengan mengirimkan nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Singapura," ucapnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

2 dari 2 halaman

Calon TKI Digembleng

Tak hanya itu, dia juga mengakui persoalan pekerja migran Indonesia tidak terlepas dari permasalahan dalam negeri. Seperti pengiriman TKI ke luar negeri harus berdasarkan standar yang telah ditetapkan.

Selanjutnya, Bamsoet meminta Kemnaker memanfaatkan Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) untuk menggembleng para calon TKI.

"Agar para pekerja mempunyai bekal pengetahuan dalam menerima tawaran bekerja di luar negeri,” jelas Bamsoet.

Loading
Artikel Selanjutnya
Nasib Turis Tiongkok Ketagihan Mencuri di Toko Gucci 3 Hari Berturut-turut
Artikel Selanjutnya
Bamsoet: DPR Minta Maaf kepada Rakyat Papua, Mari Rajut Kembali Nilai Kebangsaan