Sukses

Laundry, Peluang Usaha di Era Milenial

Liputan6.com, Jakarta Pertumbuhan usaha pinatu atau laundry di kota-kota besar hingga pelosok permukiman menjadi peluang bisnis yang menjanjikan bagi para pelaku usaha. Pertumbuhan penduduk dan banyaknya demand akan hidup yang efisien ditengah kesibukan masyarakat sehari-hari membuat usaha laundry kian tumbuh, termasuk di Kota Depok.

Perkembangan properti seperti apartemen ikut menunjang keberlangsungan usaha ini. Para penghuni apartemen tentunya ingin menikmati fasilitas yang cepat dan praktis.

Menyadari hal tersebut, PT. Permata Sakti Mandiri (PT.PSM) sebagai pengembang hunian vertikal Cimanggis City bersama para pengusaha laundry yang tergabung dalam Himpunan Pengusaha Laundry Indonesia (Hipli) Kota Depok mengajak para pelaku bisnis ini, termasuk kalangan yang ingin menekuni usaha laundry untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait laundry melalui seminar sekaligus workshop yang mengangkat materi  “Cara Membuat IPAL ( instalasi pengelolaan air limbah ) dan Strategi Membangun Laundry Sepatu”.

Narasumber yang dihadirkan dalam seminar ini diantaranya adalah Tugiyono selaku Ketua Hipli Kota Depok, Indra Cahyadi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok serta Founder Ringgo Laundry, Lili Prastowo.

"IPAL menjadi bagian yang sangat penting dalam usaha laundry, karena usaha ini berkaitan erat dengan produk sabun, deterjen dan air serta pembuangannya. Jangan sampai air pembuangan yang dihasilkan usaha laundry mencemari lingkungan sekitar," ujar Tugiyono.

Saat ini usaha laundry memang tengah menjamur dan menjadi bisnis yang berprospek sangat baik. Namun, hendaknya pelaku usaha ini benar-benar memperhatikan dampaknya pada lingkungan.

 

"Laundry sepatu menjadi salah satu inovasi dalam usaha pinatu. Dengan modal yang tidak terlalu besar, keuntungan yang dihasilkan dari laundry ini cukup menjanjikan, namun diharapkan kedepannya tak ada lagi pengusaha laundry yang ditutup oleh pemerintah akibat pengelolaan limbahnya yang tidak baik. Karena itu, semua harus memahami aturan dan teknis pengelolaannya," katanya.

Indra Cahyadi memberikan informasi bagaimana membuat IPAL diusaha laundry. Menurutnya, pembuatan IPAL sangat mudah dan bisa diterapkan di dalam usaha para pengusaha laundry.

"Dengan IPAL diharapkan pembuangan air yang mengandung produk deterjen tidak langsung dibuang, tapi melalui pengolahan agar airnya tidak membahayakan bagi lingkungan," katanya.

Sedangkan Lili Prastowo Founder Ringgo Laundry memberikan beberapa trik jitu bagaimana menemukan market dari bisnis laundry yang sekarang sudah mulai menjamur di berbagai daerah, baik di ibu kota maupun di daerah-daerah di Indonesia.

"Salah satu laundry yang inovatif dan kekinian adalah laundry sepatu. Apartemen adalah pasar yang sangat bagus, karena penghuninya banyak dan segmented, para pekerja dan ibu rumah tangga yang tidak ingin direpotkan dengan tumpukan baju dan jemuran pakaian," tuturnya.

Donny Wijaya selaku Chief Operation Officer PT. PSM mengatakan bahwa Cimanggis City siap bekerjasama dengan para pengusaha yang menjadi tenant laundry di kios apartemennya nanti mulai dari pengelolaan limbah laundry hingga menyiapkan fasilitas lain yang dapat mendukung terciptanya hunian yang nyaman bagi penghuni dan para investor di Cimanggis City.

Cimanggis City adalah hunian dengan konsep lagoon leisure dengan harga masih sangat terjangkau dengan fasilitas dan akses penunjang yang sangat baik dimulai dari 275 jutaan rupiah dengan cicilan sekitar 2,3 jutaan rupiah saja dan free biaya akad KPA ditambah hadiah Samsung Tablet serta Umroh gratis bagi para  pada bulan mei ini dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

 

(*)

Loading
Artikel Selanjutnya
Cerita Kapten Kapal Pesiar Bangun Start Up Bernilai Rp 6,9 Triliun
Artikel Selanjutnya
Kadin: Omnibus Law Bukan Hanya untuk Kepentingan Pengusaha