Sukses

6 Hal yang Menguras Emosi Ahok hingga Cerai dengan Veronica

Liputan6.com, Jakarta - Pahit manisnya kehidupan berumah tangga telah dirasakan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama Veronica Tan selama 21 tahun menjalani pernikahan. Ahok dan Veronica menikah pada 6 September 1997.

Sampai di suatu titik, kehidupan pribadi Ahok pun berubah. Usai dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta menggantikan Presiden Joko Widodo pada 2014, tindak tanduknya dalam memimpin Jakarta, bahkan kehidupan rumah tangganya, telah menjadi konsumsi publik.

Mengatasi banjir Jakarta menjadi salah satu fokus kerjanya untuk menjadikan Ibu kota tempat yang nyaman ditinggali. Salah satunya adalah dengan membuat tanggul, perbanyak waduk dan mesin-mesin pompa.

Meski usaha Ahok mengatasi banjir Ibu Kota belum maksimal, cukup banyak warga yang sangat mengapresiasi usaha Pemprov DKI Jakarta. Namun, ada pula sebagian yang terusik lantaran banyak rumah penduduk yang tinggal di pinggiran sungai harus digusur.

Sebagian warga yang tidak menyukai kepemimpinannya pun mulai melakukan berbagai manuver. Salah satunya dengan menyebarkan isu penistaan agama yang diunggah pertama kali lewat akun media sosial. Berikut ini 6 hal yang membuat Ahok terkuras emosinya selama menjadi Gubernur DKI Jakarta:

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 5 halaman

1. Dituding Menista Agama Terkait Surat Almaidah Ayat 51

Tak pernah terbersit di benak mantan Bupati Belitung Timur itu, pidatonya di Kepulauan Seribu pada 30 September 2016 lalu akan membuatnya masuk penjara.

Saat itu, Ahok mengutip penggalan Surat Al Maidah ayat 51 untuk mengilustrasikan isu SARA yang digiring lawan politiknya demi mengalahkannya pada Pilkada DKI Jakarta.

Tak berapa lama, video pidato Ahok tersebar di media sosial dan viral. Dari sanalah mulai muncul berbagai polemik. Ahok dituduh telah menista agama.

Munculnya isu ini membuat masyarakat terbelah menjadi dua, pro-Ahok dan kelompok yang menentang. Dari sinilah kemudian muncul cikal bakal Aksi 212 yang dipimpin oleh Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

 

3 dari 5 halaman

2. Jadi Tersangka Kasus Penistaan Agama

Pengamanan superketat dilakukan selama persidangan Ahok digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jalan Gajah Mada. Karena di luar sidang, massa pro dan kontra terus bersitegang, dan beberapa dari mereka sempat mencoba membuat kericuhan.

Pada sidang ke-19, Kamis, 20 April 2017, jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Ahok bersalah dan meminta majelis hakim menghukum Ahok dengan 1 tahun penjara dengan massa percobaan selama 2 tahun.

Tuntutan tersebut membuat sosok Ahok yang dikenal banyak orang sebagai pribadi yang temperamen, tiba-tiba meneteskan air mata. Sang kakak angkat, Nana Riwayatie, memberi kekuatan dengan memeluk Ahok.

 

4 dari 5 halaman

3. Dijegal Isu SARA pada Pilkada DKI

Isu penistaan agama yang melibatkan Ahok bergulir seiring pencalonannya sebagai gubernur petahana bersama wakilnya, Djarot Saiful Hidayat.

Meski didemo besar-besaran, Ahok tetap menjalani kampanye Pilkada DKI dengan antusias dan tersenyum, meski dirinya sempat beberapa kali tidak diberikan izin masuk ke wilayah permukiman warga.

Dalam pesta demokrasi 2017 lalu, Ahok-Djarot sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta harus bersaing memperebutkan suara rakyat, melawan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni.

Hasilnya, Ahok-Djarot kalah dalam Pilkada DKI 2017 dan mengakui kemenangan Anies-Sandi sebagai pemimpin Jakarta yang baru.

4. Rangkaian Bunga dan Lautan Dukungan di Tugu Proklamasi 

Usai mendapat vonis hakim atas kasus penistaan agama, Ahok langsung dieksekusi ke Rutan Cipinang, Jakarta Timur. Ribuan massa pendukung Ahok mulai menyalakan lilin di depan Rutan Cipinang.

Aksi ini memicu gerakan serupa di sejumlah daerah, bahkan benua lain pada hari-hari berikutnya.

Balai Kota pun berubah menjadi lautan rangkaian bunga karena banyaknya ucapan berduka dengan vonis tersebut. Rangkaian bunga itu bahkan mengular hingga ke Jalan Merdeka Selatan.

Banyak pesan yang disampaikan dari warga kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat. Dari tulisan-tulisan tersebut, tergambar bagaimana perasaan mereka yang masih susah berpaling dari pasangan petahana di Pilkada DKI.

 

5 dari 5 halaman

Digugat Cerai Istri

Selama beberapa waktu menghuni Rutan Cipinang, tersiar kabar miring soal gugatan cerai Ahok pada istrinya. Gugatannya pun sempat viral di media sosial.

Beragam komentar dilontarkan warganet. Tak terkecuali, akun Instagram milik putra Ahok dan Vero, Nicholas Sean Purnama yang dibanjiri pertanyaan apakah betul berita tersebut.

@foodvlogram: Sean please confirm about the divorce!!

@yanni_bhiem2: Plis plisss sean jangan biarkan ayah dan ibumu berpisah, sungguh sy sangat berharap ini HOAX HOAX HOAX amin amin amin.

Seiring waktu berjalan, publik akhirnya tahu bahwa Ahok menggugat cerai istrinya diduga karena kehadiran orang ketiga, yang belakangan disebut sebagai good friend-nya Veronica.

6. Ahok-Veronica Resmi Bercerai

Ketok palu hakim di Pengadilan Negeri Jakarta menandai perceraian antara Basuki Tjahaja atau Ahok dengan Veronica Tan.

"Kami mengabulkan secara keseluruhan dengan vestreg. Menyatakan perkawinan penggugat dan tergugat berdasarkan kutipan akta perkawinan Nomor 3279/I/1997 tertanggal 17 Desember 1997 putus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya," ucap Hakim Ketua Sutaji, dalam pembacaan putusannya, Rabu (4/4/2018).

Hakim Sutaji mengabulkan hak asuh anak, yakni Nathania Berniece dan Daud Albeenner, kepada Ahok. Dengan putusan hakim ini, maka Ahok dan Veronica resmi bercerai.