Sukses

Dialog Pengusaha dan Pekerja Jadi Jalan Keluar Masalah Hubungan Industrial

Liputan6.com, Jakarta Selama ini masih kerap terjadi permasalahan hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menguranginya adalah dengan mengadakan dialog intens antara pekerja dan manajemen perusahaan.

“Ini harus menjadi perhatian untuk menjalin dialog yang intens untuk mencari solusi terbaik, sehingga permasalahan terkait hubungan industrial hanya ada dalam lingkup  perusahaan dengan pekerja yang ada. Jadi tidak keluar yang tidak berkaitan langsung dengan sektor usaha,” ujar Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (PHI-JSK), Haiyani Rumondang, saat memberikan pembekalan dalam acara Musyawarah Nasional (Munas) X Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Ia mengatakan, pihaknya akan terus mendorong dialog antara dunia usaha dengan para serikat pekerja yang bergerak di sektor kelapa sawit.

“Bapak-Ibu harus pahami bahwa Indonesia memiliki UU khusus tentang serikat pekerja. Serikat pekerja tidak hanya ada di dalam perusahaan, tetapi juga dapat melibatkan pekerja di luar perusahaan, termasuk yang angkat dan angkut hasil perkebunan kelapa sawit,” ucap Haiyani.

Selain itu, lanjutnya, diperlukan sinergitas antara pengusaha dan pekerja untuk mewujudkan perlindungan optimal dan peningkatan kesejahteraan bagi para pekerja.

“Saya ingatkan agar  para pekerja juga diikutkan kepesertaan jaminan sosial serta diperhatikan dengan benar terkait kesehatan dan keselamatan kerjanya. Sebelum saya ke sini, saya berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan supaya Munas hari ini bisa membahas permasalahan-permasalahan terkait jaminan sosial pekerja dan mencari solusinya,” kata Haiyani.

Terkait banyaknya isu negatif perkebunan kelapa sawit, dirinya meminta para pelaku industri kelapa sawit tidak hanya mengungkap fakta, tetapi juga prestasi.

“Pemaparan keberhasilan sektor kelapa sawit dalam bidang ketenagakerjaan sangat penting dilakukan untuk mengurangi isu negatif yang beredar. Bapak ibu dapat memberikan opini-opini positif yang mampu mendukung industri kelapa sawit, sehingga opini yang sekarang ada bisa bergerak dari yang negatif menjadi positif,” ujar Haiyani.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal PHI-JSK juga mengapresiasi keberhasilan sektor kelapa sawit, khususnya terkait penyerapan angkatan kerja.

“Sektor kelapa sawit yang makin maju akan membuka lapangan pekerjaan yang luas dan bisa mengurangi pengangguran,” ucap Haiyani.

Ia juga meminta supaya sektor kelapa sawit turut membantu pemerintah dalam memberikan pelatihan-pelatihan terhadap angkatan kerja guna meningkatkan kompetensi mereka.

“Saat ini pemerintah sedang menggalakkan upaya peningkatan konmpetensi dengan cara memperbaiki akses dan mutu pelatihan kerja. Saya harap sektor kelapa sawit dapat berperan positif dalam hal ini,” tutup Haiyani.

 

 

(*)

Loading
Artikel Selanjutnya
LPN dan ASPHRI Bersinergi Tingkatkan Rating Produktivitas dan Daya Saing
Artikel Selanjutnya
Kemnaker Sosialisasikan Aturan TKA kepada Perwakilan Negara Asing