Sukses

Progres Pembangunan Bandara New Yogyakarta Internasional Airport

Liputan6.com, Yogyakarta Komite II DPD RI pada Selasa (14/11) lalu melakukan kunjungan ke bandara udara New Yogyakarta Internasional Airport (NYIA) di Kulon Progo. Kunjungan ini sekaligus melihat sejauh mana perkembangan atau progres bandara udara NYIA.

Ketua Komite II DPD Parlindungan Purba mengatakan bahwa rombongan Komite II pada setahun lalu telah mengunjungi pembangunan bandara ini.

“Saat ini kami ingin melihat progres atau sejauh mana pembangunan ini berjalan. Dan ternyata pembangunan bandara ini cukup signifikan,” ucapnya saat meninjau lokasi bandara NYIA, Kulon Progo, Yogyakarta, Selasa (14/11).

Senator asal Sumatera Utara itu menjelaskan pembangunan bandara ini merupakan proyek strategis nasional. Dengan demikian kami harapkan dua tahun kedepan bisa segera selesai.

“Bagaimanapun bandara yang saat ini (Adisutjipto Internastional Airport) sudah tidak memadai lagi. Maka kami berharap pada bandara NYIA,” tutur dia.

Ia menilai adanya bandara NYIA tentunya akan bisa mempercepat konektifitas dan perekonomian kawasan tersebut baik Jawa Tengah dan DIY. Apalagi daerah di sini tengah mengedepankan potensi wisata alamnya seperti di Gunung Kidul, tentunya ini akan memudahkan para wisatawan untuk berkunjung.

“Kita mendorong Angkasa Pura agar bisa segera mungkin menyelesaikan bandara ini. Saya juga berterima kasih kepada Gubernur DIY karena terus bersinergi baik dengan Pemda dan DPD,” kata Parlindungan.

Seperti diketahui, pembangunan bandara NYIA memang ditargetkan selesai pada April 2019. Namun di tahun itu pula bertepatan dengan Pemilu sehingga akan menganggu pembangunan bandara NYIA.

Terkait hal itu, Parlindungan tidak merasa kawatir dengan adanya pemilu, karena bagaimanapun pembangunan ini terus berjalan. “Yang pemilu ya pemilu lah, pembangunan harus tetap jalan terus. Itu tidak ada hubungannya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Hasto wardoyo menjelaskan terkait dampak pembangunan bandara udara NYIA. Pihaknya telah merelokasi warga di beberapa desa.

“Ada satu desa yang kami pindah di desa lain, dan ada juga kami pindahkan lokasinya masih di desa itu jugam” jelas dia.

Selain itu, GM Bandara Adisutjipto Agus Pandu Purnama menjelaskan luas tanah pembangunan bandara udara 587,3 ha terdiri dari lima desa, 19 dusun, 2700 kepala keluarga, 4400 bidang tanah yang sebagian dalam proses.

“Pembebasan lahan untuk Paku Alam Ground (PAG) dalam proses. Kami ada beberapa kendala dalam pembebasan lahan terutama pengosongan lahan,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Anggota DPD Komite II Djasarmen Purba mengatakan untuk pembebasan lahan memang tinggal 4 persen lagi. Disisi lain masyarakat juga harus mempunyai posisi yang baik.

“Karena ini untuk masyarakat juga. Saya juga mengusulkan harus diiringi jalan tol untuk ke bandara,” papar dia.

(*)