Mengenang Sejarah Pahit di Musium AH Nasution

Peristiwa penyerangan pasukan Cakrabirawa pada G-30 S PKI kini masih terekam di Museum AH Nasution di Menteng, Jakarta Pusat.

Diterbitkan 01 Oktober 2010, 12:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Museum AH Nasution. Nama inilah yang disematkan kepada bangunan sederhana di Menteng, Jakarta Pusat. Jenderal Besar Abdul Haris Nasution memang bukan salah satu korban tewas dalam peristiwa berdarah Gerakan G-30S/PKI pada 1965. Namun putri tercintanya, Ade Irma Suryani yang baru berusia 5 tahun, tewas dalam peristiwa tersebut di gendongan ibunda tercinta.

Berada di museum ini, Anda akan dibawa kembali mengenang perjalanan pahit yang menimpa bangsa Indonesia. Barang-barang pribadi milik keluarga besar AH Nasution pun dipamerkan.

Anda yang belum lahir pada 1965 pun bisa melihat secara jelas bagaimana peristiwa berdarah itu terjadi. Sebab, di museum ini terdapat diorama saat penyerangan pasukan Cakrabirawa terjadi.

Bahkan, bukti bekas-bekas tembakan peluru saat peritiwa berdarah itu terjadi masih terlihat jelas di dinding-dinding museum.  Saat masuk ke kamar tidur utama sang enderal pun, sebuah bekas selongsong peluru masih terlihat jelas di sana.

Tak hanya belajar sejarah, Anda akan merasakan bagaimana besarnya jasa para pahlawan bangsa saat berkunjung ke sini. Tidak perlu merogoh kocek karena tidak dipungut biaya untuk masuk ke museum ini. (CHR)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6