Liputan6.com, Jakarta - Cara membuat kolam mini dari tandon bekas menjadi salah satu ide kreatif yang semakin diminati karena mampu mengubah wadah yang sudah tidak terpakai menjadi elemen dekoratif sekaligus habitat ikan hias. Selain hemat biaya, proyek ini juga mendukung konsep daur ulang yang ramah lingkungan.
Tandon air umumnya dibuat dari bahan plastik berkualitas tinggi yang tahan terhadap paparan sinar matahari dan tekanan air. Karakteristik tersebut membuatnya sangat cocok dimanfaatkan kembali sebagai kolam mini. Kolam mini dari tandon bekas cocok ditempatkan di halaman depan, taman belakang, hingga sudut teras rumah. Dengan sedikit sentuhan dekorasi, tampilannya dapat menyerupai kolam permanen yang estetik tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk pembangunan.
Menariknya, proses pembuatannya relatif sederhana dan dapat dilakukan sendiri di rumah. Dibandingkan membuat kolam dari semen atau batu bata, penggunaan tandon bekas juga jauh lebih praktis karena tidak membutuhkan proses pembangunan yang rumit. Kolam bahkan dapat dipindahkan apabila sewaktu-waktu ingin mengubah tata letak taman. Asalkan setiap tahap dikerjakan dengan benar, tandon bekas dapat berubah menjadi kolam mini yang kuat, aman, dan tahan digunakan selama bertahun-tahun. Berikut ulasan Liputan6.com, Senin (27/7/2026).
Advertisement
Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307924/original/030438300_1785122091-tando_bekas_2a.jpeg)
Sebelum memulai proses pembuatan, siapkan seluruh perlengkapan agar pekerjaan berjalan lebih mudah. Beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain:
- Tandon air bekas yang masih dalam kondisi baik.
- Gergaji besi atau gerinda untuk memotong bagian atas tandon.
- Spidol untuk membuat garis potong.
- Amplas atau kikir untuk menghaluskan bagian yang tajam.
- Pipa PVC dan fitting sebagai saluran pembuangan.
- Lem PVC atau sealant tahan air.
- Pompa air mini dan media filter.
- Batu alam, kerikil, atau batu koral.
- Tanaman air sesuai kebutuhan.
- Air bersih dan ikan hias atau ikan konsumsi berukuran kecil.
Pastikan tandon tidak mengalami retak besar atau kebocoran karena kondisi tersebut dapat mengurangi kekuatan wadah saat terisi penuh.
Advertisement
Langkah-Langkah Cara Membuat Kolam Mini dari Tandon Bekas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307925/original/041653000_1785122091-tandon_bekas_1a.jpeg)
1. Pilih Tandon Bekas yang Masih Layak Pakai
Tahap pertama dalam cara membuat kolam mini dari tandon bekas adalah memilih wadah yang masih kokoh. Periksa seluruh permukaan plastik untuk memastikan tidak ada retakan maupun bagian yang rapuh akibat usia pemakaian.
Apabila menggunakan tandon IBC, pastikan rangka besinya masih kuat sehingga mampu menopang beban air yang cukup berat.
2. Bersihkan Tandon Hingga Benar-Benar Steril
Langkah berikutnya adalah mencuci seluruh bagian dalam tandon menggunakan sabun dan air mengalir.
Apabila tandon sebelumnya digunakan untuk menyimpan cairan tertentu, lakukan pencucian beberapa kali hingga tidak ada lagi sisa kotoran, bau, maupun residu bahan kimia yang menempel. Tahap ini sangat penting agar air kolam tetap aman bagi ikan.
Setelah dicuci, bilas hingga bersih lalu jemur sampai benar-benar kering.
3. Tandai Area yang Akan Dipotong
Gunakan spidol untuk membuat garis potong pada bagian atas tandon.
Sesuaikan tinggi bukaan dengan desain kolam yang diinginkan. Semakin lebar bagian atas yang dipotong, semakin mudah pula proses penataan batu, tanaman air, maupun perawatan kolam nantinya.
Buat garis potong serapi mungkin agar hasil akhirnya terlihat rapi.
4. Potong Bagian Atas Tandon Secara Hati-Hati
Gunakan gerinda atau gergaji untuk memotong mengikuti garis yang telah dibuat.
Kerjakan secara perlahan agar potongan tetap lurus dan plastik tidak pecah. Setelah selesai, bersihkan sisa serpihan plastik yang menempel.
Apabila menggunakan gerinda, jangan lupa memakai sarung tangan, masker, dan kacamata pelindung demi menjaga keselamatan kerja.
5. Haluskan Seluruh Pinggiran Potongan
Bekas potongan biasanya masih tajam dan berpotensi melukai tangan saat proses perawatan kolam.
Gunakan amplas atau kikir hingga seluruh sisi terasa halus. Langkah sederhana ini membuat kolam lebih aman sekaligus memberikan hasil akhir yang lebih rapi.
6. Pasang Saluran Pembuangan Air
Agar proses penggantian air lebih praktis, buat lubang pada bagian bawah atau sisi bawah tandon untuk pemasangan pipa pembuangan.
Pasang fitting dan pipa PVC menggunakan lem khusus atau sealant tahan air sehingga sambungan benar-benar rapat.
Jika ingin kualitas air lebih stabil, saluran tersebut juga dapat dihubungkan dengan sistem filter sederhana menggunakan pompa air mini.
7. Lakukan Uji Kebocoran
Sebelum kolam dihias, isi tandon dengan sebagian air terlebih dahulu.
Diamkan selama beberapa jam sambil mengamati seluruh sambungan pipa dan permukaan tandon. Bila tidak ditemukan rembesan, tambahkan air hingga kapasitas yang diinginkan.
Pengujian ini membantu menghindari pekerjaan ulang setelah dekorasi selesai dipasang.
8. Percantik Tampilan Kolam
Setelah dipastikan tidak bocor, saatnya mempercantik tampilan kolam.
Bagian luar tandon dapat dicat menggunakan cat khusus plastik agar terlihat lebih menarik. Alternatif lainnya adalah menutup permukaan luar menggunakan batu alam, susunan batu tempel, bambu, atau panel kayu sehingga tampilannya menyerupai kolam permanen.
Di bagian dalam, tambahkan batu koral, kerikil, kayu apung, maupun tanaman air seperti eceng mini, lotus, atau papirus agar suasana kolam terasa lebih alami.
9. Isi Air dan Endapkan Terlebih Dahulu
Isi kolam menggunakan air bersih hingga mencapai ketinggian yang diinginkan.
Sebelum ikan dimasukkan, diamkan air selama satu hingga dua hari. Proses pengendapan ini membantu mengurangi kandungan klorin serta menghilangkan sisa aroma plastik pada tandon.
Sementara menunggu, nyalakan pompa dan sistem filter agar sirkulasi air mulai berjalan dengan baik.
10. Tambahkan Filter, Tanaman Air, dan Ikan
Tahap terakhir dalam cara membuat kolam mini dari tandon bekas adalah melengkapi kolam dengan media filter, pompa air mini, serta tanaman air.
Keberadaan filter membantu menjaga kejernihan air, sedangkan tanaman air berfungsi meningkatkan kadar oksigen sekaligus mempercantik tampilan kolam.
Setelah kondisi air stabil, masukkan ikan secara bertahap. Anda dapat memilih ikan koi ukuran kecil, komet, koki, guppy, molly, nila, atau lele, tergantung tujuan pembuatan kolam.
Hindari memasukkan terlalu banyak ikan sekaligus karena kepadatan yang berlebihan dapat menyebabkan kualitas air cepat menurun.
Tips Agar Kolam Mini dari Tandon Bekas Lebih Awet
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307926/original/055001600_1785122091-tandon_bekas_3.jpeg)
Agar kolam tetap bersih dan ikan tumbuh sehat, lakukan perawatan secara rutin. Bersihkan filter sesuai jadwal, buang daun yang jatuh ke dalam kolam, serta ganti sekitar 20–30 persen air setiap satu hingga dua minggu.
Apabila kolam ditempatkan di area terbuka, usahakan terdapat sedikit naungan agar suhu air tidak meningkat terlalu tinggi saat siang hari. Pemberian pakan juga sebaiknya secukupnya agar sisa makanan tidak menumpuk dan mencemari air.
Dengan perawatan sederhana tersebut, kolam mini dari tandon bekas dapat menjadi elemen taman yang indah sekaligus memberikan suasana lebih sejuk dan menenangkan di sekitar rumah.
Tanya Jawab Seputar Menggunakan Tandon Bekas untuk Kolam Mini
1. Apakah semua tandon bekas aman digunakan sebagai kolam ikan?
Aman, selama tandon tidak pernah digunakan untuk menyimpan bahan kimia berbahaya atau telah dibersihkan secara menyeluruh hingga benar-benar steril.
2. Berapa lama air harus didiamkan sebelum ikan dimasukkan?
Sebaiknya air diendapkan selama 1–2 hari agar kandungan klorin berkurang dan bau plastik hilang.
3. Apakah kolam dari tandon bekas harus menggunakan pompa air?
Sangat disarankan. Pompa dan filter membantu menjaga sirkulasi air sehingga kualitas air tetap baik dan ikan lebih sehat.
4. Ikan apa yang cocok dipelihara di kolam mini dari tandon bekas?
Beberapa pilihan yang populer antara lain ikan koki, komet, koi ukuran kecil, guppy, molly, nila, dan lele sesuai ukuran kolam.
5. Bagaimana cara membuat tampilan tandon bekas lebih menarik?
Bagian luar tandon dapat dicat atau dilapisi batu alam, bambu, maupun panel kayu. Tambahan batu koral dan tanaman air juga akan membuat kolam terlihat lebih natural dan menyatu dengan taman rumah.
Â
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5560136/original/057890300_1776659894-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-20T113652.901.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259429/original/010721900_1781500706-cek_fakta_cpns_PUPR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5421569/original/046140800_1763950258-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-24T082534.482.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5136323/original/018303500_1739855855-cek_fakta_keroncong.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307923/original/022245400_1785122091-tandon_bekas_3a.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307909/original/024264300_1785121268-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3143997/original/089103600_1591262528-woman-in-gray-coat-having-a-video-call-3783118.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300394/original/034843800_1784350258-WhatsApp_Image_2026-07-18_at_11.33.43.jpeg)