Liputan6.com, Jakarta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah mengusut kasus megakorupsi e-KTP dengan dua terdakwa Irman dan Sugiharto. Korupsi yang merugikan negara hingga Rp 2,3 triliun ini turut menyeret nama-nama besar di Indonesia.
Kendati begitu, KPK berharap proyek e-KTP tetap berjalan dan tidak terganggu dengan adanya kasus korupsi tersebut.
"Meski (kasus korupsi) e-KTP tengah berjalan, kami harap pelayanan publik untuk e-KTP tidak terganggu. Tidak hanya pencetakan tapi bagaimana data tunggal sistem (e-KTP) berjalan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK Jakarta Selatan, Senin (13/3/2017).
Advertisement
Dia pun berharap agar konsep awal e-KTP dapat terwujud sebagaimana mestinya, sehingga tak merugikan negara lagi.
"Kami jalankan fungsi pencegahan (korupsi). Apa yang bisa dilakukan ke depan dalam penerbitan e-KTP," pungkas Febri.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua tersangka pada kasus dugaan korupsi e-KTP pada 2011-2012 di Kementerian Dalam Negeri. Keduanya, yakni mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri, Irman dan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto.
Tersangka Irman dan Sugiharto disangkakan dengan Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317894/original/043579200_1786076765-Screenshot_2026-08-07_110222.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318485/original/050923200_1786098399-Cek_fakta_-_blt_umkm_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9296218/original/017054600_1784007463-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-14T123701.052.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566966/original/026954400_1777262107-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-27T105347.703.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1096578/original/057590400_1451378081-20151229-Pimpinan-KPK-Lama-dan-Baru-Jakarta-FF2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1298223/original/097011300_1469504769-KPK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5426450/original/037517400_1764306006-Screenshot_2025-11-28_113148.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9317957/original/009574100_1786082243-IMG_20260807_113438_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5616746/original/005533300_1778202507-57316f55-f4f7-455d-9c12-7372ebfd6541.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316737/original/035812300_1785985602-KPK_geledah_rumah_eks_Pj_Wali_Kota_Bengkulu_Arif_Gunadi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8793285/original/012088700_1782899757-kpk7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5553289/original/016345400_1775927447-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315704/original/046644200_1785854247-IMG_20260804_210119_265.jpg)