Penjelasan PT MRT Mengapa Rute Dipindah ke Ancol Timur

William menegaskan akan mempelajari dokumen perencanaan untuk pembangunan rute fase dua MRT itu.

Diterbitkan 08 Maret 2017, 05:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur PT MRT Jakarta William Sabandar tak mau banyak komentar soal pembentukan panitia khusus yang dibentuk DPRD DKI. Namun dia mengatakan dana pembangunan MRT berada di pemerintah pusat.

"Saya tidak melihat adanya ketidakpercayaan terkait pembentukan pansus tersebut. Untuk pendanaan di wilayah pemerintahan itu urusan pemerintah," kata William di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (7/3/2017).

Namun begitu, kata William, pihaknya hanya sebagai pelaksana pembangunan MRT.

"Kalau kita kerjakan sampai Kampung Bandan, ya kita kerjakan sampai Kampung Bandan. Apalagi lahan harus disiapkan oleh pemerintah, kalau pemerintah mengatakan lahan siap, kita siap sebagai instrumen pelaksana," papar dia.

William mengatakan, rute MRT dipindahkan dari Bundaran HI-Kampung Bandan menjadi Bundaran HI-Ancol Timur karena lahan di Kampung Bandan yang akan dialokasikan sebagai depo belum tersedia.

"Jadi terdapat surat dari Dirut PT KAI lahan tidak tersedia, akibatnya harus mencari lahan baru. Berdasarkan tempat baru teman dari Pemprov DKI mendapatkan lahan di Ancol Timur, secara teknis membutuhkan sekitar enam hektar," ujarnya.

Karena permasalahan tersebut, William menegaskan akan mempelajari dokumen perencanaan untuk pembangunan rute fase dua MRT itu.

"Jadi kita lihat lagi kajiannya ke belakang, ini masih ada waktu untuk mempelajari kenapa saat itu di Kampung Bandan. Dan justifikasi pindahnya ke Ancol Timur seperti apa," William menyudahi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • liputan6
    Moda Raya Terpadu atau disingkat MRT adalah sistem transportasi rel angkutan cepat di Jakarta.
    MRT