Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 14 macam obat kedaluwarsa beredar di Jakarta. Obat-obatan itu dijual bebas di Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Ribuan obat-obatan itu disita dari Toko Mamar Guci, pemiliknya juga ikut digelandang ke Polda Metro Jaya.
Dirreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Muhammad Fadil Imran bersama jajarannya membekuk satu tersangka dengan inisial M (41) yang merupakan pemilik toko obat tersebut.
"Tersangka M sudah menjalankan usahanya selama satu tahun lalu, dia dapat keuntungan Rp 96 juta dari menjual obat kedaluwarsa," jelas Fadil di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/9/2016).
Advertisement
Dalam modusnya, M menghapus tanggal kedaluwarsa di kotak obat itu dengan pembersih kuku. M menjual obat alergi, penyakit gula, diare, obat mag, hingga obat kolesterol.
"Kami menyita 1.963 strip obat kedaluwarsa, 49 botol obat cair, 24 karung obat kedaluwarsa, 3 botol nail polish remover (cairan pembersih kuku) dan cotton bud," lanjut Fadil.
M dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 196 jo Pasal 98 ayat 2 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman penjara 10 tahun dan denda Rp 1 miliar. Lalu, Pasal 62 Pasal 8 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman denda Rp 2 miliar dan penjara 5 tahun.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332312/original/026531200_1787650496-cek_fakta_Abdul_muti_-_bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5333221/original/001778100_1756612376-petani_milenial_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332053/original/033451400_1787629160-petani_milenial_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/765190/original/003285200_1415789879-7cmmgpfz-1328852510.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328322/original/070484000_1787182451-55472426250_7186ed369f_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9326201/original/003720900_1786965126-gem3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2521351/original/058662000_1544509241-rawpixel-1055771-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5502910/original/045481800_1771055462-obat.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545951/original/047112300_1775226794-ilustrasi_obat_anti_nyeri.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288842/original/071654400_1783336275-20260706_144034.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288493/original/024813600_1783322938-Ketua_Umum_Perkumpulan_Endokrinologi_Indonesia__PERKENI___Prof._Dr._dr._Em_Yunir__SpPD-KEMD.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287193/original/014126900_1783188385-Temulawak.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5123862/original/090587400_1738831381-alexander-grey-tr1po6kOWEc-unsplash.jpg)