Sukses

AS Siap Bantu Filipina Basmi Abu Sayyaf

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak 14 WNI dan 4 WN Malaysia diduga kuat diculik kelompok Abu Sayyaf. Kenyataan ini membuat sejumlah negara lain siap mengulurkan bantuan.

Salah satunya negara yang menyatakan hal tersebut adalah Amerika Serikat. Mereka menyebut siap membantu Filipina membasmi Abu Sayyaf.

Pernyataan tersebut keluar langsung dari mulut Wakil Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken. Menurut dia negaranya sudah mengirimkan bantuan kepada Filipina.

Bantuan tersebut, kata Blinken, bentuknya berupa pelatihan penanggulangan terorisme. Pelatihan itu juga telah dilakukan sebelum kasus ini terjadi.

 

"Untuk Filipina kami sudah bekerja secara langsung dalam waktu yang lama untuk memperluas kapasitas mereka dalam menanggulangi terorisme," sebut Blinken dalam pertemuan terbatas dengan beberapa media di kantor Kedutaan AS di Jakarta, Jumat (22/4/2016).

Kendati masih terjadi penculikan, Blinken menekankan jumlahnya sudah jauh berkurang. Fakta itu menunjukkan upaya AS membantu negara eks jajahannya ini berhasil.

"Ini merupakan kerja sama signifikan yang telah menghasilkan hasil yang signifikan pula dengan berkurang aksi dari kelompok teroris Abu Sayyaf," tegas dia.

Blinken menambahkan, kerja sama penanggulangan terorisme tidak hanya dilakukan AS kepada Filipina. Namun juga dilakukan dengan negara-negara lain termasuk Indonesia.

Bahkan dengan Indonesia kerja sama tak dilakukan dengan satu cara. Tetapi dengan banyak jalan.

"Kami juga bekerja sama begitu erat dengan Indonesia untuk soal kontraterorisme termasuk memperluas kapasitas, serta peralatan, information sharing, pelatihan penegak hukum dan banyak lagi," ujar Blinken.