Dugaan Sebab 4 Pasien Meninggal Saat Kebakaran RSAL Mintohardjo

Kebakaran terjadi di gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) di RS Angkatan Laut (AL) Mintohardjo, Jakarta Pusat.

Diterbitkan 14 Maret 2016, 20:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran terjadi di gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi (RUBT) RS Angkatan Laut (AL) Mintohardjo, Jakarta Pusat. Empat orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan TNI AL (Kadiskesal) Kolonel Lukman menduga, korban tewas akibat luka bakar dan keracunan asap. Sebab, saat kejadian asap putih tebal menyelimuti ruang perawatan tersebut.

"Penyebab diduga karena luka bakar, pertama. Kedua, keracunan asap. Kan asapnya tebal di dalam tadi," ujar Lukman di RSAL Mintohardjo, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (14/3/2016).

Baca Juga

  • TNI AL: Bukan Meledak, Chamber di RSAL Mintohardjo Terbakar
  • Kronologi Kebakaran RSAL Mintohardjo hingga 4 Orang Meninggal
  • Eks Kadiv Humas Polri Korban RS Mintohardjo Lagi Terapi Oksigen

Selain itu, perubahan tekanan udara di dalam ruangan yang dipicu kebakaran juga diduga menjadi salah satu penyebab para korban tak bisa diselamatkan. Saat itu, kata Lukman, operator sudah berupaya untuk menurunkan tekanan udara.

"Jadi dengan perubahan tekanan tadi, secepatnya oleh operator mau dilepas tekanannya menuju 1 atmosfer seperti yang sekarang. Dari 2,4 menuju 1 atmosfer, dan kecepatan itu juga diiringi membuka sistem pemadam kebakaran berupa sprinkle air," tutur dia.

Logam

Namun, dia masih belum dapat memastikan apa penyebab kebakaran di ruangan tersebut. Tim dari kepolisian dan POMAL masih menyelidiki apakah ada pasien yang membawa material yang dilarang ke dalam ruangan tersebut saat menjalani perawatan.

"Penyebab lagi diteliti. Sesuai SOP, semua material dari logam harus ditinggal di luar. Sudah dilaksanakan secara prosedural," ucap Lukman.

"Jadi setiap (pasien) yang masuk atau keluar (material logam) harus dilepas semua. Lagi dicari penyebabnya. Lagi diteliti dari Mabes Polri, POMAL, dan TNI," pungkas Lukman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6