Kilas Indonesia: Guru Larang Murid Hormat Bendera Minta Maaf

Susiawanto, guru yang melarang murid-muridnya sungkem pada orang tua akhirnya meminta maaf

Diterbitkan 25 Januari 2016, 20:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Situbondo - Susiawanto, guru SD yang melarang murid-muridnya sungkem pada orangtua akhirnya meminta maaf setelah dipanggil dan dimintai klarifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan TNI. Berita ini mengawali Kilas Indonesia yang ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Senin (25/1/2016).

Sebelumnya Susiawanto melarang murid-muridnya memberi hormat pada bendera merah putih dan melarang mereka sungkem atau sujud kepada orangtua.

Baca Juga

  • Kilas Indonesia: Kejar-kejaran hingga Mobil Pencuri Terjungkal
  • Kilas Indonesia: Mahasiswi Australia Belajar di Pesantren
  • Kilas Indonesia: Pascagempa Alor, Puluhan Ribu Warga Mengungsi

Sementara itu, ribuan karyawan PT Timah Tbk berunjuk rasa di Pangkal Pinang menuntut jajaran direksi mundur.

Mereka menuding kinerja direksi sangat buruk sehingga PT Timah TBK rugi besar dan terancam bangkrut karena terlilit utang Rp 2.3 triliun. Mereka khawatir akan kehilangan pekerjaan bila perusahaan BUMN itu benar-benar bangkrut.

Beralih ke Jembrana, Bali. Putusnya jembatan utama di Desa Tukadaya yang menghubungkan Denpasar dan Gilimanuk berdampak pada pengguna jalan seperti truk barang.

Sebagian sopir truk dari Jawa tujuan Denpasar dan Lombok enggan melalui jalur alternatif Singaraja, karena banyaknya pohon dan jalan yang sempit sehingga dapat membahayakan truk dan pengemudi.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6