Sukses

Kilas Indonesia: Kejar-kejaran hingga Mobil Pencuri Terjungkal

Liputan6.com, Rembang - Eksekusi sekolah di Makassar, Sulawesi Selatan diwarnai kericuhan. Berita itu mengawali Kilas Indonesia yang ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Kamis (21/1/2016).

TK, SD, dan Madrasah Yayasan Ibtidaiyah Attaqwa Nurul Islam yang terletak di Jalan Masjid Baiturrahman, dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Pihak sekolah yang satu lokasi dengan Masjid Baiturrahman dinyatakan kalah dalam proses hukum melawan yayasan masjid.

Eksekusi dilakukan saat para siswa masih belajar di sekolah. Para siswa menangis dan tak pelak eksekusi pun diwarnai kericuhan.

Di Jakarta, Frank Faulner, warga negara Jerman yang merupakan korban ledakan Jalan Thamrin, akhirnya diperbolehkan pulang. Sebelumnya, ia dirawat di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat.

Korban mengalami luka bakar di sekitar tangan dan mata akibat terkena serpihan ledakan bom dan harus menjalani operasi.

Dari 28 korban luka, 27 orang selamat. Sementara, korban Rais Karna meninggal dunia akibat luka tembak di kepala.

Di Rembang, Jawa Tengah, polisi terlibat drama kejar-kejaran dengan 3 pencuri. Mobil tersangka akhirnya terjungkal setelah beberapa kali diberi tembakan peringatan.

Pengejaran dramatis berlanjut karena para tersangka kabur ke tengah kebun tebu di Desa Gegersimo, Kecamatan Pamotan.

Meski sudah diancam senjata laras panjang, gerombolan penjahat ini sukses melarikan diri.

Di Tasikmalaya, Jawa Barat, Entis Sutisna, pemuda pengidap gangguan jiwa di Kampung Gunung Kadu, Singaparna, terpaksa hidup dalam pasungan hampir 17 tahun.

Alasan sering mengamuk dan meresahkan warga menjadi dalih pemasungan.

Namun, Nenek Ara yang merupakan ibunda Entis, kini bingung karena rumah satu-satunya yang mereka tinggali terancam disita akibat terbelit utang.

Loading