Sukses

Ahok Ancam Panggil Arwah untuk Pengurus Makam Karet Bivak

Liputan6.com, Jakarta - Dari Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Gubernur Ahok beringsut ke Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak. Di sana pemilik nama Basuki Tjahaja Purnama itu berziarah ke makam Mohammad Husni Thamrin dan ibu angkat Ahok, Misribu Andi Baso Amier.

Namun, di sana emosi Ahok mendadak bangkit. Kemarahannya kali ini ditujukan kepada pengelola TPU Karet Bivak.

Semua bermula kala mantan Bupati Belitung Timur tersebut baru saja selesai ziarah dan menaburkan bunga di makam MH Thamrin dan ibu angkatnya. Ahok yang awalnya ingin langsung naik mobil ke kantornya tiba-tiba langsung mengubah langkahnya menuju sebuah makam yang terletak di sudut TPU Karet Bivak.

Panggil Arwah

Sudut matanya mengarah pada tumpukan sampah di sana. Mantan Bupati Belitung Timur itu pun menasihati para pengurus makam.

"Ini tidak boleh dibiarkan tanah kuburan ditumpuk sampah begitu. Mana ini pengurusnya? Jadi ini urusan kita buat bersihin. Tidak boleh dibiarkan (makamnya)," ujar Ahok di TPU Karet Bivak, Jakarta, Selasa (16/5/2015).

Melihat Ahok yang geram, seorang petugas kebersihan dan pengelola makam pun langsung terlihat mendekat dan membersihkan makam yang dipenuhi sampah itu. Seorang pengurus makam pun memberikan alasan kepada orang nomor satu di DKI itu.

"Ini banyak sampah karena tidak ada yang ziarah, Pak," ujar pengurus makam tersebut kepada Ahok.

Mendengar alasan pengurus makam, Ahok pun kembali naik darah. Seharusnya, walaupun keluarga tidak berziarah makam mesti bersih. Dia pun mengancam para pengurus makam akan didatangi arwah jika malas membersihkan pusara-pusara di sana.

"Yang ziarah juga tidak ada soalnya rumput tidak Bapak bersihin. Kalau tidak dibersihin ya keluarga tidak datang. Ini dapat pahala lho bersihinnya, bukan hanya gaji. Nanti arwah-arwah bangkit ngejar lu, mau gue panggil?" tegur Ahok.

Mendengar teguran tersebut, pengurus TPU Karet Bivak pun hanya terdiam. Sementara proses pembersihan sudut makam yang dipenuhi sampah kembali dilanjutkan oleh para petugas kebersihan makam. (Ndy/Mut)

Loading