Penipuan Ala Kapolda Gadungan di Lampung

Seorang lelaki menggunakan nama Kapolda Lampung untuk memeras korban hingga puluhan juta rupiah. Pelaku yang sudah tujuh kali beraksi itu belum tertangkap lantaran menggunakan nomor handphone.

Diterbitkan 21 Oktober 2001, 18:28 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Lampung: Kepolisian Daerah Lampung mengimbau masyarakat setempat berhati-hati terhadap praktik penipuan seorang lelaki yang mengaku sebagai Kepala Polda. Pasalnya, praktik tersebut dinilai meresahkan lantaran meminta uang antara Rp 30-50 juta kepada korbannya. Demikian diungkapkan Kapolda Lampung Brigadir Jenderal Polisi Sugiri, baru-baru ini.

Menurut Sugiri, aksi tersebut telah berlangsung sejak setahun silam. Tepatnya, sewaktu Brigjen Polisi Suprihadi Sahadi masih menjabat Kapolda Lampung. Dalam aksinya, pemeran Kapolda itu menelepon para pengusaha dan perusahaan besar di wilayah setempat agar menyediakan uang hingga puluhan juta rupiah. Selain itu, ia memberi batas waktu antara 3-4 jam dengan meninggalkan nomor telepon genggam dan nomor rekening bank.

Sugiri menambahkan, pelaku melakukan aksi terakhirnya terhadap Pabrik Etanol PT Indo Lampung yang berada di Kabupaten Tulang Bawang. Saat itu, perusahaan tersebut diminta memberikan uang sebesar Rp 50 juta. Sedianya, uang itu bakal digunakan untuk membiayai kedatangan Sekretaris Kabinet Bambang Kesowo. Sayangnya, aksi tersebut gagal lantaran korban keburu melapor ke Markas Polda. Sejauh ini, polisi masih kesulitan meringkus Kapolda gadungan yang telah melakukan aksinya sebanyak tujuh kali. Untuk itu, Kapolda juga meminta masyarakat segera melapor ke kepolisian terdekat jika menerima permintaan uang atas nama Kapolda Lampung.(SID/Bisri Merduani)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6