Sukses

Brimob-TNI Bentrok di Pirime, Komandan Pos TNI Tertembak

Liputan6.com, Jayapura - Anggota Brimob Kelapa Dua yang tergabung dalam Satgas Matoa bentrok dengan anggota TNI 756/Wamena di daerah Pirime, Kabupaten Lanny Jaya. Satu orang terkena tembakan dibagian kaki akibat bentrok ini, yakni Komandan Pos TNI 756/Wamena Letnan Ali.

Panglima Kodam Cenderawasih Mayjen TNI Fransen G Siahaan membenarkan kejadian bentrok tersebut. Dia menuturkan kejadian berawal dari salah paham anggota Brimob dan TNI dalam razia di sekitar Pirime.

"Ini hanya salah paham dan kami terus mencoba menenangkan prajurit di lapangan," jelas Fransen ketika dihubungi lewat telepon selularnya, Senin (13/10/2014).

Fransen menuturkan kronologi kejadian itu berlangsung ketika anggota Brimob yang di BKO kan dari Kelapa Dua Jakarta melakukan sweeping, pascapenemuan amunisi di Bandara Sentani sehari sebelumnya. Dalam sweeping itu, polisi merazia semua kendaraan yang melewati jalur tersebut. Kebetulan ada anggota TNI 756 yang menumpang truk proyek.

"Saat dilakukan sweeping itu, anggota TNI sudah menyatakan bahwa dirinya adalah anggota Pos 756, namun anggota Brimob diduga dengan suara keras malah membentak anggota TNI dan menyatakan dia tidak takut dengan tentara. Saat itu, situasi pun sudah tegang dan tidak kondusif," tutur Fransen.

Karena dibentak itu, lanjut dia, anggota TNI itu langsung turun dari truk dan menuju pos. Anggota di Pos 756 langsung mengadukan kejadian tersebut ke komandan pos. Namun komandan pos langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Pirime dan melakukan pertemuan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

"Maka Danpos dan kapolsek menuju lokasi kejadian, namun di tengah jalan mereka diberondong tembakan dari arah Pos Brimob. Ada kemungkinan, anggota Brimob ini berpikir bahwa akan dilakukan penyerangan susulan oleh TNI pasca kejadian itu. padahal di dalam rombongan mobil ada Kapolsek dan Danpos. Saat rentetan senjata ini, Danpos tertembak dibagian kaki. Namun kondisi Danpos sudah stabil dan dia sadar," papar Fransen.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Yotje Mende dihubungi melalui telepon selularnya membantah adanya kejadian tersebut. "Tidak benar itu," sambil menutup teleponnya.