Gubernur Jatim Khofifah Dukung Tingkatkan Prestasi Siswa Lewat AI: Guru BK Dibekali Teknologi Talent DNA ESQ

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ambil langkah strategis dalam revolusi pendidikan dengan membekali ratusan guru BK SMA/SMK dengan teknologi pemetaan potensi siswa berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui pelatihan Talent DNA.

Diperbarui 22 Mei 2025, 18:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengambil langkah strategis dalam revolusi pendidikan dengan membekali ratusan guru bimbingan dan konseling (guru BK) SMA/SMK dengan teknologi pemetaan potensi siswa berbasis kecerdasan buatan (AI) melalui pelatihan Talent DNA.

Langkah ini diyakini akan mempercepat lahirnya generasi unggul dari Jawa Timur yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual.

"Jawa Timur akan menjadi gudang talenta di Indonesia. Guru BK berkualitas dengan skill Talent DNA berbasis AI akan mampu meningkatkan prestasi siswa," ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membuka pelatihan di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Timur, yang disampaikan melalui keterangan tertulis, Selasa (20/5/2025).

Dia menjelaskan, program pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Dinas Pendidikan Jawa Timur dan ESQ Corp dibawah kepemimpinan Ary Ginanjar Agustian, dengan fokus pada pemanfaatan metode Talent DNA.

Teknologi ini, kata dia, memungkinkan guru mengenali potensi dan keunggulan siswa secara terukur dan personal. Tak kurang dari 200 guru BK dari SMA dan SMK negeri se-Jawa Timur mengikuti pelatihan gelombang pertama ini.

"Guru BK memiliki posisi kunci dalam pendidikan abad ke-21. Mereka adalah navigator masa depan siswa. Dengan alat seperti Talent DNA, guru bisa memberi arahan yang tepat sesuai keunikan tiap anak," ucap Khofifah.

 

Orang Tua Juga Akan Dilibatkan

Menurut Khofifah, lebih dari sekadar pelatihan teknis, program ini akan diperluas ke kepala sekolah dan siswa di enam SMA Taruna di Jawa Timur. Orang tua juga akan dilibatkan agar memahami hasil Talent DNA anak mereka, sehingga sinergi antara sekolah dan rumah terbangun kuat.

"Setelah potensi siswa teridentifikasi, guru BK harus mendampingi agar prestasi siswa berkembang maksimal. Kita ingin generasi yang tidak hanya cerdas akademis, tetapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual," papar Khofifah.

Khofifah juga menuturkan, orang tua juga akan dilibatkan agar memahami hasil tes Talent DNA sehingga bisa memberi dukungan penuh pada potensi anaknya.

"Kami ingin hasil ini menjadi pijakan dalam menentukan arah pendidikan anak, baik ke perguruan tinggi, sekolah kedinasan, maupun pendidikan tinggi lainnya," tandas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6