Ditemukan, Sistem Pengawasan Virus Ebola

Sistem itu bisa diakses melalui jaringan internet dengan alamat healthmap.org.

Diterbitkan 10 Agustus 2014, 13:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Amerika Serikat - Virus Ebola semakin mewabah. Para peneliti di seluruh dunia pun berlomba-lomba untuk menciptakan berbagai cara demi menekan laju penyebaran virus Ebola.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV,  Minggu (10/8/2014), salah satu contohnya adalah Profesor John Browstein. Peneliti asal Boston, Massachusets, Amerika Serikat itu mencoba mengembangkan sistem pengawasan yang bisa merekam jejak penyebaran virus Ebola di seluruh dunia. Untuk mendukung sistem itu, diperlukan sosial media, sumber berita lokal, dan situs pemerintah.

Sistem itu bisa diakses melalui jaringan internet dengan alamat healthmap.org sehingga warga dunia dapat mengakses untuk mengetahui lokasi penyebaran virus Ebola.

Virus Ebola pertama kali dilaporkan pada tahun 1976 di Yambuku Kongo, Yambuku yang terletak dekat dengan Sungai Ebola. Itulah mengapa virus itu dinamai Ebola.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), virus Ebola telah menewaskan 932 orang dan menginfeksi lebih dari 1.700 orang sejak awal tahun 2014 ini. (Mut)

Baca Juga:

WHO: Wabah Ebola Jadi Darurat Internasional

Ebola Mengganas, AS Rencana Tarik Duta Besar di Liberia

Lepas Kontingen ke Sudan, Kapolri Ingatkan Waspadai Virus Ebola

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6