Ahok: Tempat Makan & Hiburan Nggak Harus Tutup Total Saat Ramadan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan penertiban tempat makan dan tempat hiburan saat bulan suci Ramadan. Tapi...

Diterbitkan 27 Juni 2014, 12:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap akan melakukan penertiban tempat makan dan tempat hiburan saat bulan suci Ramadan. Hal itu disampaikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Namun, ia mengatakan, untuk tempat akan menjadi polemik jika harus ditutup semua. Sebab tidak semua orang menjalankan ibadah puasa.

"Saya kira biasa aja Jakarta. Kalau ada tempat terbuka ya jendela mesti ditutup. Ya nggak bisa ditutup (sepenuhnya) dong. Ya tertutuplah, tapi bukan berarti ditutup tokonya. Perempuan muslim datang bulan juga nggak puasa. Nggak usah aneh-anehlah (tutup toko selama puasa)," ujar Ahok di Jakarta, Jumat (27/6/2014).

Sedangkan untuk penertiban tempat hiburan selama bulan puasa, Ahok juga punya pandangan sendiri. Menurutnya, penutupan tempat hiburan harus melihat d imana lokasi tempat tersebut.

"Tempat hiburan beberapa bisa tutup, beberapa bisa buka. Tergantung daerah mana. Kalau daerah hotel bisa buka. Jadi mungkin yang agak menonjol kita tutup saja. Kan kita mau ada azan, tarawih, macam-macam, kalau bag...big...bug...bag...bug ganggu orang juga," tandas Ahok. (Ein)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

  • Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, politikus yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta
    Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, politikus yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta
    Ahok
  • Ramadan adalah bulan suci umat Islam yang dirayakan dengan cara melaksanakan puasa selama satu bulan penuh.
    Bulan Ramadan adalah periode suci bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk berpuasa, meningkatkan ibadah, dan mempererat tali silaturahmi, dengan panduan lengkap mencakup jadwal, fiqih, gaya hidup, ekonomi, dan kesehatan.
    Ramadan
  • liputan6
    Menurut ahli bahasa Sansekerta, upawasa bermakna ritual untuk “masuk” ke Yang Ilahi.
    puasa