Atrium Senen Diguncang Ledakan [Lagi]

Plaza Atrium Senen kembali diguncang ledakan. Selama empat tahun terakhir, tercatat tiga kali ledakan berasal dari pusat perbelanjaan ini.

Diterbitkan 24 September 2001, 05:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Ledakan kembali mengguncang Kawasan Plaza Atrium Senen, Jakarta Pusat, Ahad (23/9) sekitar pukul 10.20 WIB dan 10.45 WIB. Menurut petugas Kepolisian Sektor Senen, ledakan itu berasal dari mobil sedan Ford jenis Laser bernomor polisi B 1624 NS yang diparkir di lantai dua Plaza Atrium. Akibat ledakan itu, sedikitnya 30 mobil yang di parkir di tempat itu rusak. Untungnya, tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.

Hingga kini, kepolisian belum mengetahui jenis bahan peledak yang menguncang pusat perbelanjaan itu. Dugaan sementara menyebutkan ledakan termasuk high explosive karena menimbulkan api. Para petugas kepolisian telah dikerahkan untuk mengamankan lokasi. Tim Gegana juga telah datang ke tempat kejadian perkara dan hingga kini masih melakukan penyisiran.

Satu jam setelah ledakan, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Sofjan Jacoeb tiba di lokasi. Dia tampak tergesa-gesa masuk ke TKP. Kapolda didampingi Wali Kota Jakpus Petra Lumbun dan Kepala Kepolisian Resor Jakpus Komisaris Besar Polisi Mathius Salempang. Hingga berita ini ditulis, mereka belum bersedia memberikan keterangan.

Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran telah memadamkan api dan meninggalkan lokasi. Masyarakat di sekitar Plaza berkumpul untuk menyaksikan dari dekat peristiwa itu. Arus lalu lintas di Jalan Senen Raya untuk sementara waktu tidak dapat digunakan. Sedangan Fly Over dari Senen ke Kota terjadi kemacetan.

Jumlah korban yang terluka akibat peristiwa itu juga belum diketahui. Petugas Unit Gawat Darurat ambulance 118 Djadjat Sudradjat mengatakan tenaga medis belum diperkenankan memasuki lokasi karena polisi khawatir masih ada bahan peledak yang tertinggal. Seluruh pengunjung telah dievakuasi.

Berdasarkan catatan, peristiwa hari ini adalah ledakan ketiga yang terjadi di kompleks pertokoan tersebut. Ledakan pertama terjadi pada 11 Desember 1998 silam. Saat itu ledakan yang diperkirakan berasal dari sebuah petasan besar menghancurkan satu unit mesin Anjungan Tunai Mandiri Bank Central Asia. Peristiwa itu tidak menimbulkan korban meninggal atau luka-luka. Peristiwa selanjutnya terjadi di dekat pintu lobi utama 1 Agustus silam yang mengakibatkan emapat orang luka-luka. Ledakan itu diduga berasal dari sebuah bom rakitan yang dibuat dari Trinitrotoluene, gotri, dan paku.(COK/Alfito Deanova dan Agus Ginanjar)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6