Hamzah Haz Terpilih sebagai Wapres ke Sembilan

Dengan meraih lebih dari 50 persen plus satu suara, Hamzah Haz terpilih sebagai wapres. Sebagian besar anggota PDI Perjuangan memberikan suaranya untuk Hamzah.

Diterbitkan 27 Juli 2001, 06:18 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Hamzah Haz terpilih sebagai Wakil Presiden ke-9 dengan 340 suara.
  • Kemenangan Hamzah didukung PDI-P, SBY, Fraksi TNI, dan Kesatuan.
  • Pengunjuk rasa membubarkan diri, akan pantau kekuatan orde baru.

Liputan6.com, Jakarta: Hamzah Haz terpilih menjadi Wakil Presiden Indonesia ke-9 setelah meraih 340 suara pada pemilihan babak ketiga dalam Sidang Paripurna MPR, Kamis (26/7) pagi. Saingan terberatnya, Akbar Tandjung memperoleh 237 suara . Dari 611 anggota MPR yang hadir, tercatat 29 suara abstain dan 5 tidak sah. Meski Hamzah telah meraih 50 persen plus satu suara pada pukul 12.20 WIB, Ketua MPR Amien Rais mengatakan penghitungan suara harus tetap dilanjutkan. Berbeda dengan proses pemilihan babak kedua, selisih suara kedua calon pada babak ketiga mencapai lebih dari 100 suara. Keunggulan Hamzah karena sebagian besar anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan memberikan suaranya. Dukungan ini diperoleh setelah Ketua Umum PDI-P Megawati menginstruksikan anggota partainya memberikan suara pada kandidat yang diusulkan Fraksi Persatuan Pembangunan dan Fraksi Reformasi ini. Selain itu, Hamzah juga memperoleh limpahan suara dari kandidat Susilo Bambang Yudhoyono. Kemenangan Hamzah semakin lengkap berkat dukungan secara tak langsung dari Fraksi TNI, serta Fraksi Kesatuan dan Kebangsaan Indonesia. Di luar Gedung DPR-MPR, sebanyak 600 pengunjuk rasa telah membubarkan diri. Massa gabungan dari mahasiswa dan rakyat itu sempat membakar spanduk yang mendukung Akbar. Mereka berpendapat apapun dari hasil pemilihan wapres, mereka akan menyikapinya. Jika Akbar terpilih, mereka akan turun ke jalan. Tapi jika Hamzah yang terpilih, mereka akan memantau bangkitnya kekuatan orde baru. Aparat keamanan juga memisahkan mereka dengan 100 pendukung Akbar Tandjung.(COK/Tim Liputan Enam SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6