Geolog Dunia: Lumpur Lapindo Kesalahan Pengeboran

Para ahli geologi dunia yang bertemu di Cape Town, Afrika Selatan, menyimpulkan semburan lumpur Lapindo terjadi karena kesalahan pada proses pengeboran. Hasil ini bertentangan dengan kesimpulan DPR yang menyebut faktor alam.

Diterbitkan 31 Oktober 2008, 06:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • 42 ahli geologi menyimpulkan lumpur Lapindo akibat kesalahan pengeboran PT Lapindo Brantas.
  • Hanya 3 geolog yang mengaitkan lumpur Lapindo dengan gempa bumi Yogyakarta.
  • Kesimpulan ini bertentangan dengan DPR yang menyebut lumpur Lapindo bencana alam.

Liputan6.com, Cape Town: Kesalahan pengeboran atau bencana alam? Dua pertanyaan mengenai penyebab terjadinya lumpur Lapindo itu menjadi pokok utama pembahasan 90 ahli geologi yang berkumpul di Cape Town, Afrika Selatan, belum lama ini.

Hasil akhirnya, 42 ahli geologi menyimpulkan PT Lapindo Brantas melakukan kesalahan prosedur pengeboran sehingga mengakibatkan munculnya lumpur ke permukaan. Sedangkan faktor gempa bumi di Yogyakarta yang terjadi dua hari sebelum munculnya semburan lumpur hanya didukung oleh tiga geolog. Ahli lain tidak berpendapat atau menyebut semburan lumpur dipicu dua faktor, yakni kesalahan pengeboran dan gempa bumi.

Geolog asal Indonesia yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Susila Lusiaga, anggota Drilling Engineering Club Indonesia, serta Rudi Rubiandini, pakar geologi bidang minyak dan gas dari Institut Teknologi Bandung. Keduanya menyatakan hasil opini ahli geologi ini akan disampaikan kepada Presiden, Jaksa Agung, dan kepolisian.

Kesimpulan para geolog itu jelas bertentangan dengan kesimpulan DPR. Beberapa waktu silam, DPR sempat menyebut lumpur Lapindo disebabkan faktor alam [baca: Lumpur Lapindo Bencana Nasional?].(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6