Joki Three In One Marak di Jakarta

Pemberlakuan kawasan 3 in 1 di sejumlah ruas jalan di Jakarta, memicu maraknya joki untuk mengais rejeki. Bahkan, pekerjaan itu seolah menjadi profesi baru bagi sebagin warga Jakarta.

Diterbitkan 18 September 2008, 13:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Pemberlakuan kawasan Three In One di sejumlah ruas jalan Ibu Kota, merupakan celah bagi para joki untuk mengais rejeki. Bahkan tak sedikit dari mereka yang beroperasi sambil membawa anak dalam gendongan. Joki memang tak mengenal batasan jenis kelamin maupun usia.

Bagi pengendara, joki yang membawa anak-anaknya menjadi keuntungan tersendiri. Sebab, mereka tak harus menyewa dua orang untuk memasuki kawasan Three in One. Kalau pun membayar, joki anak di dalam gendongan lebih murah dibandingkan joki dewasa. Kenyataan ini membuat pekerjaan itu seolah menjadi profesi baru warga Jakarta.

Biasanya, profesi joki digeluti mereka yang tak tertampung di sektor formal, karena alasan pendidikan maupun usia. Wati, misalnya. Usia 60 tahun tak menghalangi ia turun ke jalan. Tak bisa dipungkiri kalau menjadi joki merupakan salah satu cara bertahan hidup.

Menjalani kehidupan sebagai joki bukan tanpa resiko. Mereka kerap mengabaikan faktor keamanan, keselamatan dan kesehatan. Kenyatannya, Setiap hari mereka memang harus mengabaikan panas matahari, debu dan asap kendaraan demi sesuap nasi. Harapan terkahir hanyalah peran pemerintah mengatasi persoalan kemiskinan.(IKA/Riko Anggara dan Suhanda)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6