Proyek PLTN Muria Ditentang

Warga Kudus khawatir kebocoran nuklir mengancam lingkungan dan kelangsungan hidup manusia. Badan Tenaga Nuklir Nasional menyebutkan pembangunan PLTN Muria tidak seperti yang dikhawatirkan oleh masyarakat.

Diterbitkan 12 Juni 2007, 17:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Kudus: Ribuan orang yang mengatasnamakan Aliansi Buruh dan Masyarakat Muria berunjuk rasa menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Muria di Alun-alun Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Selasa (12/6). Demonstran mengkhawatirkan kebocoran nuklir yang mengancam lingkungan dan kelangsungan hidup masyarakat sekitar.

Dalam aksinya, demonstran menggelar teatrikal derita manusia dan kerusakan lingkungan hidup akibat kebocoran instalasi nuklir. Selain lingkungan, proyek yang akan mulai ditenderkan pada tahun depan ini dapat merusak iklim investasi di Kudus. Aksi ini adalah lanjutan dari unjuk rasa di Jepara, Jateng, pekan silam.

Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Hudi Hastowo menyatakan proyek PLTN Muria tak seperti yang dikhawatirkan warga. Pihaknya sudah menguji berbagai kemungkinan untuk menghindari kebocoran instalasi nuklir. Hudi menambahkan, proyek PLTN Muria bermanfaat untuk memasok kebutuhan listrik kawasan Jawa, Bali, dan Madura.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6