- Vilmei dikecam netizen karena konten TikTok melamar kerja dengan gaji tidak realistis.
- Konten tersebut dianggap mengejek pencari kerja dan memicu kemarahan publik.
- Vilmei meminta maaf dan menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran untuk lebih bijak.
Liputan6.com, Jakarta - Influencer TikTok, Vilmei, memberikan klarifikasinya usai menuai kecaman netizen karena dirinya mengunggah konten yang dianggap ‘mengejek’ para pencari kerja.
Melalui akun TikTok pribadi miliknya, Vilmei mengunggah konten dimana dirinya mencoba melamar pekerjaan sebagai pegawai rumah makan sederhana sambil membawa CV dan mengenakan baju hitam putih, khas orang ingin melamar pekerjaan.
Dalam kontennya, mantan kekasih dari influencer Willie Salim ini juga melakukan wawancara dengan pemilik rumah makan dan meminta gaji sebesar 13 juta rupiah kalau ia diterima bekerja di tempat tersebut.
Namun, pemilik rumah makan itu membalas kalau rata-rata gaji untuk pekerja rumah makan hanya sampai pada kisaran 2.5 juta rupiah saja.Usai konten tersebut diunggah ke akun pribadi miliknya, pemilik nama asli Meicy Villia Kalangi itu menuai kecaman publik.
Setelah kecaman tersebut, akhirnya Vilmei merilis klarifikasi dan permintaan maafnya melalui Instagram resmi miliknya @vilmei.
“Halo semuanya, aku ingin minta maaf atas sikap dan tindakanku saat mencoba mencari pekerjaan di beberapa tempat di Bekasi yang membuat kalian kecewa,” tulisnya.
Namun, Vilmei juga berterima kasih kepada netizen yang sudah berusaha mengingatkannya untuk lebih bijak lagi dalam membuat konten. Sehingga tidak ada lagi konten yang sensitif bagi kalangan masyarakat, terutama masyarakat kelas menengah dan bawah.
Amarah Netizen Terhadap Konten Cari Kontrakan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363804/original/064451800_1790920135-SaveInta.com_825323592_18646675057057228_110143472563869069_n.jpg)
Tidak hanya konten mencari pekerjaan, netizen pun juga menyoroti tindakan Vilmei yang sebelumnya mengunggah konten mencari kontrakan.
Dalam kontennya yang diunggah pada Instagram nya, Vilmei terlihat ‘membandingkan’ tipe dan harga kontrakan. Lagi-lagi hal tersebut menuai kecaman netizen karena apa yang dilakukan Vilmei dianggap caper dan mengejek kemiskinan.
“Enak ya, orang kaya bisa main miskin-miskinan.” Tulis akun @riko.jul*****
“Kmrn pilih2 rumah miliyaran skrg pilih2 kontrakan yg sederhana. Ujung2 nya nnt nggak ada yg jadi.. Cuman di jadiin konten doang.” Ujar akun @bq.pu***
“Ampe segitunya nyari engange sementara lagi pada struggle.” Tambah akun @adellas****
Namun, selain komentar netizen yang marah terhadap sikap Vilmei, tak jarang juga ada netizen yang justru membela konten kreator tersebut dengan dalih untuk memberikan ‘promosi gratis’ terhadap para pemilik kontrakan dan indekos.
Vilmei Jadikan Kasus Ini sebagai Pembelajaran
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332596/original/014636000_1787712133-vilmei_1786201681_3959268611406117933_1057145227.jpg)
Melalui tulisan Instagram stories nya pada Jumat (2/10/26), Vilmei mengatakan bahwa ia meminta maaf dan menerima segala kritik dan masukan dari netizen.
Kasus yang menuai kontroversi ini pun ia jadikan pembelajaran bagi dirinya pribadi untuk berhati-hati dan bijak dalam bersikap dan bertindak.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5137785/original/055250800_1739961431-20250219-Penambahan_Jalur_Transjakarta-ANG_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3737806/original/026894900_1639896354-cek_fakta_NU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5342712/original/038739300_1757399162-PHOTO-2025-09-08-18-15-00__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363803/original/041763700_1790920135-New_Project__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363541/original/082820800_1790873841-Foto_2.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)