Jumat ini (18/5), gelombang pasang dan ombak besar masih terus menghantam pesisir pantai Kota Padang. Di kawasan Parupuk Tabing, empasan air laut mencapai 100 meter dari bibir pantai. Akibatnya, rumah-rumah yang kemarin lolos dari gelombang pasang, hari ini terkena. Kini, jumlah rumah yang rusak mencapai 124. Ini memaksa warga mengungsi, bahkan mereka yang rumahnya belum terkena gelombang turut menyelamatkan diri.
Kendati demikian, warga mengeluh kekurangan tenda untuk mengungsi. Hingga saat ini, Pemerintah Kota Padang baru mengirim satu tenda. Padahal, jumlah pengungsi mencapai lebih kurang 500 jiwa.
Sementara di kawasan Lhok Nga, Aceh Besar, Nanggroe Aceh Darussalam, gelombang besar sejak dua hari silam menyeret seorang warga. Tim penyelamat tak bisa berbuat banyak untuk mencari korban. Ini mengingat tiupan angin terlalu kencang sehingga menimbulkan ombak setinggi empat meter.
Advertisement
Di Kalimantan Timur, air pasang Sungai Mahakam mengakibatkan sejumlah ruas jalan dan permukiman warga di pusat Kota Samarinda tergenang banjir. Walau tak ada korban jiwa, tak urung banjir merepotkan warga yang harus kembali beraktivitas setelah libur kemarin.
Begitu pula di Pantai Pandansimo, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Puluhan bangunan rusak parah akibat dihantam gelombang pasang. Bahkan, sebagian rumah rata dengan tanah. Sejauh ini tidak korban jiwa. Hanya saja, seorang warga terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Adapun panjang gelombang mencapai lebih dari 50 meter dari bibir pantai sehingga sebagian penduduk bersiap mengungsi.
Ombak besar juga melanda pantai di Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, baru-baru ini. Ketinggian ombak bahkan mencapai tujuh meter dan mengakibatkan banjir air pasang di sejumlah wilayah yang berdekatan dengan pantai. Ribuan warga pun terpaksa diungsikan.
Koresponden SCTV Asep Didi melaporkan, gelombang pasang itu mengakibatkan beberapa rumah rusak berat. Ombak besar ini menerjang delapan kecamatan di sekitar Pelabuhan Ratu. Kini, ribuan warga dari delapan kecamatan itu mengungsi. Mereka cukup panik saat ombak menghantam sebuah rumah yang telah dikosongkan.
Gelombang pasang itu membuat Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan wilayah yang terkena bencana dengan status Siaga I. Dan sejauh ini pemerintah daerah setempat telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Banyak warga yang mengungsi ke beberapa bangunan yang letaknya cukup jauh dari bibir pantai. Sementara sebagian warga diungsikan ke Kantor Pemerintah Kabupaten Sukabumi.
Warga tak tahu berapa lama di pengungsian, mengingat sampai sekarang gelombang laut masih tinggi. Bahkan, gelombang pasang menggenang jalanan sehingga menyulitkan warga yang ingin menyelamatkan harta benda mereka.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342121/original/053138400_1788753122-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-07T104558.832.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339925/original/070710100_1788435101-HOAX__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9262464/original/038832300_1783158897-1001427620.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/477908/original/180507bombak.jpg)