Aktivitas Merapi Meningkat

Sepanjang tengah malam hingga pagi tadi terjadi dua kali gempa vulkanik disertai empat kali guguran lava serta 14 multifase atau gempa di kubah lava. Wisatawan takut ke Merapi.

Diterbitkan 17 April 2006, 12:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Yogyakarta: Aktivitas Gunung Merapi terus meningkat. Sejak tengah malam hingga Senin (17/4) pagi, terjadi dua kali gempa vulkanik disertai empat kali guguran lava serta 14 kali multifase atau gempa di kubah lava. Meski begitu, status Merapi masih siaga atau satu tingkat di bawah keadaan kritis.

Rekahan atau deformasi di puncak Merapi juga bertambah panjang menjadi delapan sentimeter. Itu menandakan desakan magma dari perut Merapi menguat dan sudah mendekati puncak. Kemungkinan gunung itu "batuk" pun semakin besar.

Sampai kini tak ada yang bisa memastikan kapan Merapi akan muntah. Yang pasti, sampai kini belum terlihat lava pijar--tanda utama bila gunung akan meledak--di puncak Merapi. Puncak Merapi masih diselimuti asap sulfatara berwarna putih tebal tapi bertekanan lemah. Tinggi asap maksimum 200 meter.

Koresponden SCTV Wiwiek Susilo melaporkan, siang ini, rencananya digelar rapat koordinasi di antara jajaran Satuan Koordinasi Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi Yogyakarta. Rapat diagendakan membahas peningkatan aktivitas Merapi dan langkah-langkah antisipasi bencana [baca: Menghadapi Kemungkinan Letusan Merapi, Warga Berlatih].

Merapi kini sudah sepi dari wisatawan. Para turis memilih menunda kunjungan mereka ke sejumlah objek wisata yang tersebar di lereng Merapi seperti kawasan Tlogonirmolo dan Gua Jepang. Dua tempat rekreasi itu pun sudah ditutup untuk umum.

Pada kondisi normal, biasanya jumlah pelancong yang datang ke dua lokasi wisata itu, terutama hari libur, bisa mencapai 7.000 hingga 8.000 orang per hari. Namun, Ahad kemarin, wisatawan yang datang tak lebih dari separuh jumlah di atas.

Bahkan di kawasan wisata Kaliurang, Sleman, jumlah pelancong yang datang susut hingga 50 persen. Para turis tampaknya sangat khawatir dengan status Merapi yang sewaktu-waktu bisa meletus. Kondisi ini membuat pusing para pengelola objek wisata di sana. Mereka berharap kondisi cepat kembali normal.(ICH)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6