Pembangunan Kereta Bawah Tanah di Jakarta Tertunda

Jepang menunda pencairan dana bantuan proyek pembangunan subway Jakarta senilai 1,8 juta yen. Penundaan terjadi karena belum adanya kata sepakat mengenai teknis bentuk pinjaman.

Diterbitkan 28 Maret 2006, 08:57 WIB
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Keinginan masyarakat untuk menikmati kereta bawah tanah atau subway di Jakarta, belum bisa terwujud. Jepang sebagai negara calon penyandang dana proyek tersebut menunda pencairan dana senilai 1,8 juta yen. Demikian disampaikan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di Jakarta, Senin (27/3).

Penundaan ini, menurut Paskah, disebabkan belum adanya kata sepakat mengenai teknis bentuk pinjaman. Jepang juga menginginkan seluruh teknologi pembangunan proyek berasal dari negaranya. Tuntutan ini cukup mengganjal karena teknologi lokal telah mampu membangun proyek itu. Dengan kata lain, Indonesia hanya memerlukan dana.

Sejauh ini, pemerintah masih melobi Jepang agar melonggarkan skema pinjaman. Rencananya, urusan administrasi proyek subway Jakarta yang dirintis sejak tahun 2000 itu rampung pada tahun ini. Dengan begitu, pembangunan fisik bisa dimulai 2007. "Soal pembiayaannya akan kita bicarakan," tambah Paskah.

Proyek pembangunan jalur kereta khusus di Jakarta ini diharapkan menjadi solusi mengatasi kemacetan. Saat ini, proyek subway sudah sampai pada tahap desain. Rancangan jalur sepanjang 14 kilometer dimulai dari Lebakbulus di Jakarta Selatan menuju Dukuh Atas di Jakarta Pusat [baca: Pembangunan Subway Diusahakan Tetap Berjalan].(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6